Tensimeter untuk Mengukur Tekanan Darah

Tensimeter adalah alat untuk mengukur tekanan darah tinggi (hipertensi). Secara umum tensimeter dibagi menjadi dua jenis, yaitu tensimeter digital dan manual. Tensi manual terdiri dari dua jenis, yaitu aneroid atau jarum yang menampilkan hasil pengukurannya menggunakan jarum seperti halnya jam, sedangkan tensi manual air raksa menggunakan cairan air raksa untuk menampilkan hasil pengukurannya. Tensi digital yaitu alat pengukur tekanan darah tinggi yang menggunakan mesin elektronik dan menampilkan hasil pengukurannya dalam bentuk angka digital.

Tensimeter digital untuk mengukur tekanan darah tinggi

Tensimeter Digital Merek Omron HEM 7130

Tensimeter digital memiliki keunggulan mudah digunakan sekalipun oleh orang awam. Oleh karena itu, untuk pengukuran tekanan darah rutin bagi diri sendiri maupun anggota keluarga di rumah, sebaiknya mengunakan jenis tensi digital.

Seiring dengan kemajuan teknologi, tensimeter digital kini semakin akurat dan dilengkapi berbagai fitur tambahan yang sangat berguna untuk pemeriksaan kesehatan. Fitur di bawah ini biasanya hanya terdapat pada tensi digital merek dan tipe tertentu.

Fitur tambahan tersebut antara lain:
  1. Cuff wrapping guide lamp, fitur ini dapat memberitahu pengguna jika pemakaian  manset sudah benar karena penggunaan manset yang benar akan memengaruhi hasil pengukuran;
  2. Blood pressure level indicator, yaitu indikator yang memandu hasil pengukurannya masuk pada level mana, apakah normal, prahipertensi atau hipertensi;
  3. Dapat menampilkan rata-rata tiga kali pengukuran terakhir secara otomatis;
  4. Irregular hertbeat detection, yaitu fitur yang dapat mendeteksi apabila ada kelainan detak jantung (arhitmia);
  5. Body movement detection. Selama pengukuran, tubuh harus diam dan tidak boleh banyak bergerak karena akan memengaruhi hasil pengukuran. Jika terlalu banyak bergerak fitur ini akan memberitahu dan akan melakukan pengukuran ulang;
  6. Memori hasil pengukuran untuk dua orang, hal ini penting jika tensi digital digunakan secara rutin untuk mengukur lebih dari satu orang, misalnya suami-istri.

Tensimeter manual
Seperti telah disebutkan di atas, tensi manual terdiri dari dua jenis, yaitu aneroid atau jarum dan air raksa. Tensi manual biasanya digunakan petugas kesehatan atau mahasiswa calon petugas kesehatan. Untuk menggunakannya diperlukan keterampilan khusus, jadi untuk penggunaan sendiri sebaiknya jangan mengunakan tensi manual melainkan mengunakan tensi digital.

Tensi manual aneroid atau jarum

tensimeter
Tensi Manual Aneriod General Care

Tensi manual aneroid adalah tensimeter yang menggunakan jarum untuk menampilkan hasil pengukurannya. Keunggulan alat ukur tekanan darah jenis ini adalah ukuranya yang kecil, mudah dibawa sehingga bisa dimasukkan dalam tas sehingga alat ini cocok digunakan oleh mahasiswa calon petugas kesehatan dalam rangka praktikum pemeriksaan kesehatan.

Keunggulan lainnya yakni harganya yang relatif murah jika dibandingkan tensi digital dan air raksa. Saat ini beberapa merek dapat dibeli dengan harga dibawah 100 ribu rupiah.

Penggunaan tensi manual aneroid untuk pemeriksaan tekanan darah membutuhkan alat tambahan yaitu stetoskop dan membutuhkan keterampilan khusus.

Tensi manual air raksa


tensimeter
Tensi Manual Air Raksa


Tensi manual raksa menggunakan air raksa untuk menampilkan hasil pengukurannya. Seperti halnya tensi aneroid, untuk penggunaannya membutuhkan keterampilan khusus jadi tidak cocok untuk digunakan sendiri di rumah.

Kini penggunaan tensi jenis air raksa sudah mulai ditinggalkan, bahkan di beberapa negara sudah dilarang dan di Indonesia peredarannya sudah mulai dibatasi. Hal ini karena air raksa merupakan logam berat yang berbahaya bagi kesehatan dan dapat menyebabkan cacat, bahkan kematian jika terpapar dalam jangka panjang.




Terima kasih untuk Like/comment FB :