Askep Hipertensi Pada Pasien Hipertensi

Askep hipertensi merupakan  tindakan asuhan keperawatan yang diberikan pada pasien hipertensi. Asuhan keperawatan  hipertensi biasanya diberikan pada pasien hipertensi yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit. Askep ini diberikan sebagai satu kesatuan asuhan yang berasal dari dokter sebagai pemberi pengobatan dan perawat sebagai pemberi perawatan sehari-hari pasien hipertensi tersebut.

Sebagai langkah awal dalam melakukan askep hipertensi, terlebih dahulu kita kenali tanda dan gejala hipertensi yang terjadi pada pasien. Tanda dan gejala hipertensi yang terjadi pasien di antaranya ialah pasien dering merasa sakit kepala dan pusing, mengalami perdarahan dari hidung (mimisan), pandangan mata sering kabur atau tidak jelas, susah berkonsentrasi dan susah untuk tidur, sensitif dan mudah marah, sering kelelahan saat melakukan berbagai aktivitas, sering buang air kecil, wajah kemerahan, dan nyeri perut, bahkan bisa muntah. Namun, gejala-gejala tersebut tidak semua akan dialami oleh pasien hipertensi. Pasien mungkin akan mengalami beberapa gejala hipertensi. Setelah mengetahui gejala yang dialami pasien, selanjutnya yang dilakukan ialah pemeriksaan fisik dan laboratorium.


askep hipertensi
Tensimeter digital untuk mengukur tekanan darah (tensi)


Askep Hipertensi pada Kehamilan

Masa kehamilan merupakan masa seorang ibu hamil harus sering memeriksakan kondisi dirinya dan kehamilannya secara teratur untuk menghindari berbagai komplikasi yang dapat menyertai kehamilan. Salah satu komplikasi yang dapat menyertai kehamilan ialah penyakit hipertensi. Hipertensi pada kehamilan biasanya muncul pada usia kehamilan 20 minggu. Penyakit hipertensi pada kehamilan terjadi sebagai akibat terpajan ke vilus korion untuk pertama kali, terpajan ke vilus korion dalam jumlah sangat besar, seperti pada kehamilan kembar atau mola hidatiosa, sudah mengidap penyakit vaskular, dan secara genetis rentan terhadap hipertensi yang timbul saat hamil. Pada ibu hamil yang mengalami hipertensi, perlu diberikan askep untuk mencegah terjadinya komplikasi yang lebih lanjut.

Askep hipertensi pada kehamilan biasanya dibedakan berdasarkan jenis hipertensi yang dialami oleh ibu hamil tersebut. Askep pada kehamilan dibedakan atas askep hipertensi berat dan askep hipertensi ringan. Untuk askep hipertensi berat biasanya dilakukan upaya perawatan yang dilakukan di rumah sakit, sedangkan untuk askep hipertensi ringan tidak dilakukan di rumah sakit, melainkan melakukan perawatan sehari-hari di rumah pasien atau rawat jalan. Pada ibu hamil penderita hipertensi ringan biasanya perlu dilakukan pemantauan tekanan darah minimal satu minggu sekali dan pemberian obat anti hipertensi, sedangkan pada ibu hamil penderita hipertensi berat diberikan askep sebagai berikut :
  • Memberikan asupan oral dan infus IV MgSO4 serta memantau asupan oral dan infus IV MgSO4;
  • Memasang kateter dan memantau urine yang keluar;
  • Memantau edema yang terlihat;
  • Mempertahankan tirah baring total dengan posisi miring kiri;
  • Mengkaji tentang pertumbuhan janin;
  • Monitor DJJ sesuai indikasi;
  • Menjelaskan adanya tanda-tanda solutio plasenta (nyeri perut, perdarahan, rahim tegang, aktivitas janin turun);
  • Mengkaji respon janin pada ibu yang diberi SM;
  • Melakukan kolaborasi dengan medis dalam pemeriksaan USG dan NST;
  • Mengkaji tingkat ansietas pasien. Perhatikan tanda depresi dan pengingkaran;
  • Mendorong dan berikan kesempatan untuk pasien atau orang terdekat mengajukan pertanyaan dan menyatakan masalah;
  • Mendorong orang terdekat berpartisipasi dalam asuhan, sesuai indikasi.
Semua askep hipertensi pada kehamilan tersebut tidak semua diberikan, petugas kesehatan harus mengamati terlebih dahulu kebutuhan ibu hamil penderita hipertensi tersebut kemudian berikan askep hipertensi pada kehamilan sesuai dengan kebutuhan ibu hamil. Pemberian askep hipertensi pada ibu hamil yang tepat akan mengurangi intervensi yang tidak diperlukan pada ibu hamil.


Oleh: Bidan Sulistia
Editor: Adrie Noor
Sumber: academia.edu.co.id


Terima kasih untuk Like/comment FB :