Hipertensi Adalah Tekanan Darah Tinggi

Hipertensi adalah penyakit yang banyak dialami oleh masyarakat Indonesia terutama orang dewasa dan lanjut usia. Hipertensi disebut juga penyakit darah tinggi. Hipertensi adalah kondisi medis tekanan darah terhadap dinding arteri cukup tinggi sehingga pada akhirnya dapat menyebabkan masalah kesehatan, contohnya penyakit jantung. Hipertensi adalah penyakit yang harus dihindari karena bisa berakibat fatal.

Hipertensi adalah penyakit yang terjadi karena dua faktor yaitu jumlah volume darah yang dipompa jantung dan besarnya resistensi pembuluh darah arteri terhadap aliran darah. Mekanisme tersebut sesuai dengan hukum fisika, yakni semakin banyak darah yang dipompa jantung dan semakin sempitnya pembuluh darah arteri, maka tekanan darah akan semakin meningkat.

hipertensi adalah
Tensimeter digital untuk mengukur tekanan darah (tensi)


Terjadinya Penyakit Hipertensi adalah Karena 2 Faktor

Hipertensi adalah penyakit yang dapat dideteksi ketika dilakukan pengukuran tekanan darah. Namun, hal tersebut belum dapat dipastikan orang tersebut memiliki tekanan darah tinggi. Untuk mengetahui apakah seseorang memiliki penyakit hipertensi atau tidak, setidaknya telah dilakukan pemeriksaan tekanan darah (tensi) tiga kali pada waktu yang berbeda (setidaknya berjarak 5 menit) pada saat kondisi istirahat nyaman dengan hasil lebih dari atau sama dengan 140/90 mmHg.

Hipertensi adalah  penyakit yang dapat dimiliki oleh seseorang selama bertahun-tahun tanpa mengalami gejala apa pun. Maka dari itu, tidak jarang seseorang mengetahui memiliki tekanan darah tinggi ketika melakukan pemeriksaan ke dokter karena penyakit yang lain.

Hipertensi adalah penyakit yang dapat berkembang selama bertahun-tahun. Hipertensi adalah penyakit yang sering diderita oleh banyak orang, tetapi  untuk mendeteksi apakah seseorang mengalami penyakit hipertensi sangatlah mudah yaitu dengan melakukan pemeriksaan tekanan darah. Maka dari itu, apabila telah terdeteksi terkena penyakit hipertensi segeralah untuk melakukan pengobatan dan terus mengontrol tekanan darah. Hal tersebut bertujuan agar tekanan darah tinggi tidak menjadi parah.

Lakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin. Untuk usia 3 tahun dan lebih biasanya diperiksa tekanan darahnya sebagai bagian dari checkup tahunan, untuk usia 18 tahun atau lebih periksa setiap dua tahun sekali dan bagi yang sudah terdeteksi memiliki tekanan darah tinggi pemeriksaan akan lebih sering sesuai dengan petunjuk dokter.

Hipertensi adalah penyakit tanpa tanda-tanda atau gejala yang khas. Meskipun begitu, beberapa orang yang mengalami tekanan darah tinggi atau hipertensi pada umumnya akan mengalami tekanan darah tinggi pada tahap awal , seperti sakit kepala, mimisan atau pusing. Tanda-tanda dan gejala tersebut biasanya terjadi ketika tekanan darah tinggi sudah parah, bahkan pada tahap yang mengancam jiwa.//   Bagi Anda yang tidak ingin mengalami penyakit hipertensi, maka perlu meningkatkan kesadaran dengan melakukan pemeriksaan tekanan darah sebagai upaya pendeteksian dini.

Penyebab Hipertensi adalah Terbagi Berdasarkan Jenis Hipertensi

Penyebab hipertensi sesuai dengan jenis hipertensi itu sendiri, ada dua jenis hipertensi, yaitu:

Hipertensi primer (essensial)
Hipertensi primer merupakan jenis hipertensi yang banyak terjadi bagi orang dewasa. Hipertensi ini disebut hipertensi primer atau essensial karena penyebabnya tidak diketahui dan hipertensi ini cenderung terjadi secara bertahap selama bertahun-tahun.

Hipertensi sekunder
Hipertensi sekunder ini terjadi akibat kondisi atau penyakit yang mendasarinya. Hipertensi sekunder ini cenderung muncul tiba-tiba dan menyebabkan tekanan darah tinggi. Berbagai kondisi dan obat-obatan yang dapat menyebabkan hipertensi sekunder di antaranya:
  • Tumor kelenjar adrenal;
  • Penyakit ginjal;
  • Obat-obatan tertentu seperti pil KB, dekongestan, obat flu;
  • Obat-obatan terlarang seperti kokain dan amfetamin.


Oleh: Bidan Sulistia
Editor: Adrie Noor
Sumber: mediskus.com


Terima kasih untuk Like/comment FB :