Obat Hipertensi Berbahan Dasar Kimia

Untuk mengatasi hipertensi terdapat berbagai macam obat hipertensi yang dapat Anda gunakan untuk menurunkan tekanan darah. Hipertensi merupakan  penyakit dikenal dengan sebutan penyakit darah tinggi. Penyakit hipertensi terjadi akibat tekanan darah tinggi pada tubuh manusia. Di indonesia sendiri penyakit hipertensi merupakan  penyakit yang sering terjadi terutama oleh orang dewasa.

Untuk beberapa kasus, hipertensi menyebabkan penderita harus mengonsumsi obat hipertensi seumur hidup dan ada juga yang mengonsumsi obat hipertensi apabila tekanan darahnya sedang tinggi. Beberapa penderita, bahkan diharuskan mengonsumsi lebih dari satu jenis obat hipertensi.


obat hipertensi
Tensimeter digital untuk mengukur tekanan darah (tensi)

Obat Hipertensi

Semua jenis obat hipertensi memiliki efek samping. Beberapa efek samping yang umumnya dirasakan antara lain:
  • Merasa mengantuk;
  • Pusing, lemah atau pening;
  • Rasa sakit di sekitar area ginjal (punggung bawah bagian samping);
  • Batuk kering;
  • Kulit gatal-gatal.
Di bawah ini adalah obat hipertensi yang umumnya digunakan untuk mengatasi hipertensi:

Calcium Channel Blockers
Obat hipertensi ini berkerja dengan cara mencegah kalsium agar tidak memasuki sel-sel otot jantung dan pembuluh darah. Obat ini digunakan untuk mengendurkan pembuluh darah besar (arteri) dan menurunkan tekanan darah. Efek samping obat hipertensi ini akan meningkat jika Anda meminum jus jeruk Bali selagi mengonsumsi Calcium Channel Blockers. Maka dari itu, sebaiknya hindari jus jeruk Bali selagi Anda mengonsumsi Calcium Channel Blockers.

Angiotensin-converting Enzyme (ACE) Inhibitor
Obat hipertensi bekerja dengan cara membuat dinding pembuluh darah lebih rileks, obat-obatan ACE inhibitor akan mengurangi tekanan darah. Efek samping obat ini adalah batuk kering berkelanjutan. Jika efek samping ini sangat mengganggu, ada kemungkinan Anda akan disarankan memakai obat yang mempunyai fungsi yang sama seperti ACE Inhibitor atau lebih dikenal Antagonis Reseptor Angiotensin-2.

Efek samping yang tidak terduga bisa muncul jika ACE Inhibitor digabungkan dengan obat hipertensi lainnya, termasuk obat-obatan yang bisa dijual bebas. Konsultasikan dengan dokter atau ahli farmasi sebelum mengonsumsi obat apa pun bila digabungkan dengan obat ini.

Alpha-blockers
Obat hipertensi jenis alpha-blockers (penghambat alfa) dipakai untuk melemaskan pembuluh darah  sehingga darah akan mengalir lebih mudah melewati pembuluh darah. Efek samping dari alpha-blockers antara lain:
  • Pingsan saat Anda memulai perawatan pertama kali;
  • Sakit kepala;
  • Pusing-pusing;
  • Kelelahan;
  • Pergelangan kaki membengkak.

Beta-blockers
Obat hipertensi ini bekerja dengan cara melambatkan detak jantung dengan tenaga yang lebih sedikit yang pada akhirnya dapat mengurangi tingkat tekanan darah. Obat beta-blockers berinteraksi dengan jenis obat yang lainnya. Oleh karena itu, konsultasikan dengan dokter jika Anda ingin menggabung beta-blockers dengan obat-obatan yang lain. Apabila Anda akan berhenti mengonsumsi obat ini, sebaiknya bicarakan dulu dengan dokter Anda karena efek samping yang berbahaya bisa muncul, misalnya peningkatan tekanan darah atau serangan angina (angin duduk).

Selain mengonsumsi obat , hal yang harus dilakukan untuk mengatasi hipertensi yaitu dengan melakukan beberapa langkah berikut ini:
  • Kurang konsumsi garam hingga kurang dari satu sendok teh per hari; Mengonsumsi makanan sehat, rendah lemak dan seimbang, termasuk makan banyak buah-buahan segar dan sayuran;
  • Berhenti merokok. Merokok sangat meningkatkan peluang Anda menderita penyakit jantung dan paru-paru;
  • Lebih aktif. Aktif secara fisik adalah hal paling penting yang bisa Anda lakukan untuk mencegah atau mengendalikan tekanan darah tinggi;
  • Menurunkan berat badan;
  • Melakukan terapi relaksasi, seperti yoga, meditasi, dan manajemen stres;
  • Mengurangi konsumsi minuman keras;
  • Kurangi konsumsi kopi, teh, atau minuman kaya kafein lain seperti cola;
  • Meminum lebih dari empat cangkir kopi sehari bisa meningkatkan tekanan darah Anda.


Oleh: Bidan Sulistia
Editor: Adrie Noor
Sumber: alodokter.com


Terima kasih untuk Like/comment FB :