Cara Menurunkan Hipertensi (Obat Herbal)

Cara menurunkan hipertensi secara tradisional dapat dilakukan dengan bahan-bahan yang ada di sekitar kita. Penyakit tekanan darah tinggi atau yang disebut juga penyakit hipertensi, merupakan nama penyakit yang banyak diderita oleh sebagian masyarakat Indonesia. Penyakit hipertensi merupakan penyakit yang harus segera mendapatkan perawatan  karena jika dibiarkan dapat mengancam jiwa. Penyakit hipertensi tidak memiliki gejala yang khas sehingga banyak yang baru mengetahui menderita penyakit hipertensi setelah melakukan pemeriksaan akibat keluhan penyakit lain.



cara menurunkan hipertensi

Tensimeter digital untuk mengukur tekanan darah (tensi)


Cara Menurunkan Hipertensi dengan Obat Tradisional

Apabila Anda mengalami penyakit hipertensi, Anda harus segera melakukan upaya untuk menormalkan kembali tekanan darah. Cara menurunkan hipertensi dapat dengan menggunakan cara-cara sederhana. Cara menurunkan hipertensi dapat dengan menggunakan beberapa tanaman tradisional.   Tanaman tradisional yang dapat digunakan untuk menurunkan level hipertensi antara lain ialah:

Bawang Putih
Cara menurunkan hipertensi yang pertama yakni dengan menggunakan bawang putih. Bawang putih memiliki banyak manfaat salah satunya yaitu dengan mengonsumsi satu siung bawang putih bisa membantu mencegah pembekuan darah, penebalan pada pembuluh darah, dan mencegah penyumbatan pada jantung. Oleh karena itu, saat ini di pasaran juga banyak ditemukan obat-obatan herbal yang memanfaatkan kandungan-kandungan yang terdapat di dalam bawang putih untuk mengatasi berbagai macam penyakit. Jadi, Anda bisa sering mengonsumsi bawang putih agar tekanan darah Anda menjadi lebih stabil.

Mengkudu
Cara menurunkan hipertensi yang kedua yakni dengan menggunakan mengkudu. Mengkudu merupakan buah yang terkenal untuk menurunkan hipertensi. Selain itu, buah mengkudu cukup mudah ditemukan di lingkungan sekitar kita. Buah mengkudu diketahui mengandung beberapa nutrisi yang sangat dibutuhkan tubuh untuk meningkatkan kesehatan tubuh. Kandungan protein, vitamin dan juga berbagai mineral penting banyak tersimpan dalam buah dan juga daun pohon buah mengkudu yang juga dinilai bisa membantu meredakan hipertensi dan kandungan selenium yang terkandung dalam buah mengkudu ini berperan sebagai antioksidan yang bisa mengatasi berbagai masalah kesehatan.

Pisang
Buah pisang selain dapat menurunkan kolesterol, juga bisa digunakan sebagai cara menurunkan hipertensi. Buah yang terkadang berwarna kuning atau hijau ini ternyata mengandung banyak kalium dan beberapa kandungan penting yang bisa membantu menurunkan tekanan darah tinggi. Selain rasanya yang nikmat, buah pisang juga sangat mudah ditemukan, bahkan pohonnya pun pasti sangat mudah ditemukan di seluruh Indonesia. Oleh karena itu, bagi Anda para penderita hipertensi mungkin bisa menjadikan pisang sebagai camilan sehari-hari sekaligus sebagai cara menurunkan hipertensi.

Mentimun
Anda mungkin sangat sering mengonsumsi makanan ini untuk lalapan. Namun, demikian, selain rasanya yang nikmat mentimun dapat juga dijadikan sebagai cara menurunkan hipertensi. Maka jangan heran jika Anda melihat seorang penderita hipertensi sering mengonsumsi mentimun. Kandungan mineral potasium yang banyak terdapat pada mentimun inilah yang membuat mentimun cukup efektif untuk melawan hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Tomat
Cara menurunkan hipertensi yang selanjutnya yaitu dengan menggunakan buah tomat. Buah tomat juga menjadi salah satu buah yang masuk dalam daftar buah dan sayuran yang bisa membantu menurunkan tekanan darah tinggi. Kandungan kalsium, magnesium, vitamin C, D, dan E yang banyak terdapat dalam buah tomat ini dinilai cukup efektif untuk memerangi hipertensi. Sebagai buah dengan rasa unik ini tomat sudah cukup teruji sebagai buah penurun darah tinggi. Fakta ini dibuktikan oleh penelitian yang dilakukan oleh Universitas Ben Gurion yang melakukkan pengujian menggunakan buah tomat sebagai salah satu makanan penurun darah tinggi dan hasil penelitian membuktikan tomat bisa menurunkan tekanan darah dalam waktu 16 hari.


Oleh: Bidan Sulistia
Editor: Adrie Noor
Sumber: dedaunan.com


Terima kasih untuk Like/comment FB :