Faktor Resiko Hipertensi (Darah Tinggi)

Faktor resiko hipertensi ada yang dapat dikontrol dan ada pula yang tidak dapat dikontrol. Menurut Elsanti (2009), faktor resiko yang memengaruhi hipertensi yang tidak dapat dikontrol antara lain jenis kelamin, umur, faktor keturunan, dan sebagainya. Faktor resiko hipertensi yang tidak dapat dikontrol meliputi kondisi yang sudah terjadi serta faktor-faktor alami lainnya. Faktor resiko hipertensi yang tidak dapat dikontrol antara lain seperti yang diterangkan di bawah ini.



faktor resiko hipertensi

Tensimeter digital untuk mengukur tekanan darah (tensi)



Faktor resiko hipertensi yang tidak dapat dikontrol

1. Jenis kelamin
Jenis kelamin merupakan salah satu faktor resiko hipertensi. Pada beberapa kasus hipertensi usia dewasa muda lebih banyak terjadi pada pria. Namun, di usia 55 tahu, sekitar 60% penderita adalah wanita. Terjadinya hipertensi, pada wanita lanjut usia sering dikaitkan dengan perubahan hormon estrogen setelah menopause. Peran hormon estrogen sendiri adalah untuk meningkatkan kadar HDL yang merupakan faktor pelindung dalam pencegahan terjadinya proses aterosklerosis.

2. Umur
Umur yang sudah memasuki lanjut usia merupakan faktor resiko hipertensi, pada wanita yang sudah berumur 50 tahun ke atas atau sudah menopause memiliki resiko mengalami hipertensi lebih banyak. Hal ini disebabkan terjadinya perubahan hormon sesudah menopause. Kondisi yang berkaitan dengan usia ini adalah produk samping dari keausan arteriosclerosis dari arteri-arteri utama, terutama aorta, dan akibat dari berkurangnya kelenturan. Mengerasnya arteri-arteri ini dan semakin kakunya  arteri dan aorta menyebabkan kehilangan daya penyesuaian diri. Arteri kehilangan elastisitas atau kelenturan serta tekanan darah meningkat seiring dengan bertambahnya usia.

3. Keturunan (Genetik)
Seseorang yang berasal dari keluarga penderita penyakit hipertensi memiliki resiko terkena hipertensi. faktor resiko hipertensi keturunan ini berhubungan dengan peningkatan kadar sodium intraseluler dan rendahnya rasio antara potasium terhadap sodium Individu dengan orang tua penderita hipertensi mempunyai resiko dua kali lebih besar untuk menderita hipertensi dari pada orang yang tidak mempunyai keluarga dengan riwayat hipertensi. Menurut Rohaendi, tekanan darah tinggi cenderung diwariskan dalam keluarganya. Jika salah seorang dari orang tua ada yang mengidap tekanan darah tinggi, maka akan mempunyai peluang sebesar 25% untuk mewarisinya selama hidup Anda. Jika kedua orang tua mempunyai tekanan darah tinggi maka peluang terkena penyakit ini akan meningkat menjadi 60%.

Faktor resiko hipertensi yang dapat dikontrol

1. Merokok
Merokok merupakan salah satu faktor resiko hipertensi, fakta autentik menunjukkan bahwa merokok dapat menyebabkan tekanan darah tinggi. Kebanyakan efek ini berkaitan dengan kandungan nikotin. Asap rokok (CO) memiliki kemampuan menarik sel darah merah lebih kuat daripada kemampuan menarik oksigen sehingga dapat menurunkan kapasitas sel darah merah pembawa oksigen ke jantung dan jaringan lainnya. Selain faktor resiko hipertensi, merokok juga dapat menyebabkan penyakit lainnya seperti kanker, gangguan kehamilan, merusak paru-paru, dan lainnya.

2. Status Gizi
Status gizi merupakan faktor resiko hipertensi. Kelebihan atau kekurangan gizi merupakan masalah penting bagi orang dewasa karena gizi memengaruhi kondisi tubuh. Oleh karena itu, jaga berat badan Anda agar tetap ideal dan mengukurnya melalui Indeks Masa Tubuh (IMT) Apabila seseorang mengalami obesitas, maka menjadi resiko munculnya berbagai penyakit degeneratif, seperti hipertensi, penyakit jantung koroner, dan diabetes mellitus.

3. Konsumsi Na (Natrium)
Seringkali orang yang sudah memiliki hipertensi, dilarang atau harus mengurangi konsumsi garam karena garam merupakan faktor resiko hipertensi. Pengaruh asupan garam terhadap terjadinya hipertensi melalui peningkatan volume plasma, curah jantung, dan tekanan darah.

4. Stres
Stres dapat menjadi faktor resiko hipertensi. Hubungan antara stres dan hipertensi diduga melalui aktivitas saraf simpatik peningkatan saraf dapat menaikkan tekanan darah tidak menentu. Menurut Roehandi stres yang berkepanjangan dapat mengakibatkan tekanan darah yang menetap tinggi. Walaupun hal ini belum terbukti, tetapi angka kejadian masyarakat di perkotaan lebih tinggi dari pada di pedesaan. Hal ini dapat dihubungkan dengan pengaruh stres yang dialami kelompok masyarakat yang tinggal di kota.

Faktor Resiko hipertensi kehamilan

Terdapat banyak faktor resiko hipertensi dalam kehamilan yang dapat dikelompokkan dalam faktor resiko berikut :
  • Primi gravid, primipaternitas;
  • Hiperplasentosis, misalnya: mola hidatidisa, kehamilan multiple, DM, Hidrops fetalis, dan bayi besar;
  • Umur yang ekstrem;
  • Riwayat keluarga pernah preeklamsia/eklampsia;
  • Penyakit-penyakit ginjal dan hipertensi yang sudah ada sebelum hamil;
  • Obesitas.


Oleh: Bidan Sulistia
Editor: Adrie Noor
Sumber: hananurhanifah.blogspot.com


Terima kasih untuk Like/comment FB :