Hipertensi Essensial (Faktor Risiko)

Hipertensi essensial menurut Gunawan merupakan hipertensi yang tidak diketahui faktor penyebabnya. Penyebab utama dari hipertensi essensial menurut para pakar diakibatkan stres dan faktor lainnya. Selain itu, para pakar menemukan penyebab hipertensi essensial yang diturunkan secara genetik. Hipertensi essensial biasanya muncul pada usia antara 25-55 tahun, sedangkan usia di bawah 20 tahun jarang ditemukan.

Patogenesis hipertensi essensial disebabkan karena multifaktor. Faktor-faktor yang terlibat dalam pathogenesis hipertensi essensial antara lain faktor genetik, hiperaktivitas sistem saraf simpatis, sistem renin angiotensin, defek natriuresis, natrium dan kalsium intraseluler, serta konsumsi alkohol secara berlebihan.



hipertensi essensial

Tensimeter digital untuk mengukur tekanan darah (tensi)


Faktor risiko hipertensi essensial yang tidak dapat dicegah

Beberapa faktor risiko hipertensi essensial, di antaranya:

1. Faktor Genetika (Riwayat keluarga)
Faktor keturunan memengaruhi penyebab hipertensi essensial. Seseorang yang berasal dari keluarga penderita penyakit hipertensi berpeluang besar terkena penyakit ini. Menurut Kumar dan Clark, anak dengan orang tua hipertensi memiliki kemungkinan dua kali lebih besar untuk menderita hipertensi daripada anak dengan orang tua yang tekanan darahnya normal.

2. Ras
Hipertensi essensial bisa juga disebabkan karena faktor ras. Ras Afro yang hidup di masyarakat Barat mengalami hipertensi secara merata dan lebih tinggi daripada orang berkulit putih. Menurut beevers, hal ini kemungkinan disebabkan karena tubuh mereka mengolah garam secara berbeda.

3. Usia
Hipertensi essensial bisa disebabkan karena usia. Wanita yang sudah berusia 50 tahun lebih atau sudah menopause banyak yang mengalami hipertensi essensial. Menurut Beevers hal tersebut disebabkan karena sebelum menopause, wanita relatif terlindungi dari penyakit jantung oleh hormon estrogen. Kadar estrogen menurun setelah menopause, wanita mulai menyamai pria dalam hal penyakit jantung.

4. Jenis kelamin
Hipertensi essensial di usia dewasa muda lebih berisiko terjadi pada pria. Hal tersebut dipengaruhi oleh faktor psikologis dan kebiasaan pria seperti merokok. Namun, pada umur tua, hipertensi lebih banyak menyerang wanita.

Faktor risiko hipertensi essensial yang bisa dicegah

1. Stres psikis
Stres meningkatkan aktivitas saraf simpatis, peningkatan ini memengaruhi meningkatnya tekanan darah secara bertahap. Apabila stres berkepanjangan dapat berakibat tekanan darah menjadi tetap tinggi. Secara fisiologis apabila seseorang stres maka kelenjar pituitary otak akan menstimulus kelenjar endokrin untuk menghasilkan hormon adrenalin dan hidrokortison kedalam darah sebagai bagian homeostasis tubuh. Oleh karena itu, kelola emosi dengan baik dan rutin berekreasi.

2. Obesitas
Pada orang yang obesitas terjadi peningkatan kerja pada jantung untuk memompa darah agar dapat menggerakan beban berlebih dari tubuh tersebut. Berat badan yang berlebihan menyebabkan bertambahnya volume darah dan perluasan sistem sirkulasi.

3. Asupan garam Na
Menurut Susalit dan kawan-kawan, terjadinya hipertensi salah satunya karena pengaruh asupan garam melalui peningkatan volume plasma, curah jantung, dan tekanan darah. Faktor lain yang ikut berperan yaitu sistem renin angiotensin yang berperan penting dalam pengaturan tekanan darah. Produksi rennin dipengaruhi oleh berbagai faktor antara lain stimulasi saraf simpatis. Renin berperan dalam proses konversi angiotensin I menjadi angiotensin II. Angiotensin II menyebabkan sekresi aldosteron yang mengakibatkan menyimpan garam dalam air. Keadaan ini berperan pada timbulnya hipertensi.

4. Rokok
Merokok merupakan kebiasaan buruk yang sudah ketahui banyak orang, tetapi  masih banyak yang melakukan kebiasaan buruk ini. Rokok merupakan salah satu faktor risiko hipertensi essensial karena nikotin dalam tembakau merupakan penyebab tekanan darah meningkat. Manurut Gardner, hal ini karena nikotin terserap oleh pembuluh darah yang kecil dalam paru-paru dan disebarkan ke seluruh aliran darah. Hanya dibutuhkan waktu 10 detik bagi nikotin untuk sampai ke otak. Otak bereaksi terhadap nikotin dengan memberikan sinyal kepada kelenjar adrenal untuk melepaskan efinephrine (adrenalin). Hormon yang sangat kuat ini menyempitkan pembuluh darah  sehingga memaksa jantung untuk memompa lebih keras di bawah tekanan yang lebih tinggi.

5. Konsumsi alkohol
Menurut Beevers, alkohol memiliki pengaruh terhadap tekanan darah, dan secara keseluruhan semakin banyak alkohol yang di minum semakin tinggi tekanan darah, tetapi pada orang yang tidak meminum minuman keras memiliki tekanan darah yang agak lebih tinggi daripada yang meminum dengan jumlah yang sedikit.


Oleh: Bidan Sulistia
Editor: Adrie Noor
Sumber: blogkputih.blogspot.com


Terima kasih untuk Like/comment FB :