Hipertensi menurut WHO (Organisasi PBB)

Pengertian hipertensi menurut WHO (World Health Organization) ialah suatu kondisi pembuluh darah yang terus-menerus mengalami peningkatan tekanan. Darah disemprotkan dari jantung ke seluruh bagian tubuh dalam pembuluh. Setiap saat jantung berdetak, memompa darah dalam pembuluh. Tekanan darah tercipta oleh darah yang mendorong terhadap dinding pembuluh darah (arteri) seperti yang dipompa oleh jantung. Semakin tinggi tekanan darah, jantung pun harus bekerja atau memompa lebih keras. Kadang-kadang hipertensi menyebabkan gejala seperti sakit kepala, sesak napas, pusing, nyeri dada, palpitasi jantung, dan pendarahan hidung. Namun, kebanyakan penderita hipertensi tidak memiliki gejala sama sekali.



hipertensi menurut who
Tensimeter digital untuk mengukur tekanan darah (tensi)


Klasifikasi hipertensi menurut WHO

Klasifikasi hipertensi menurut WHO untuk tekanan darah orang dewasa normal didefinisikan sebagai tekanan darah 120 mm HG1 ketika jantung berdetak (sistolik) dan tekanan darah 80 mm Hg saat jantung berelaksasi (diastolik). Ketika tekanan darah sistolik sama dengan atau di atas 140 mm Hg dan/atau tekanan darah diastolik sama dengan atau di atas 90 mm Hg tekanan darah dianggap tinggi.


Berikut merupakan klasifikasi hipertensi menurut WHO

KategoriSistol (mmHg)Diastol (mmHg)
Optimal< 120< 80
Normal< 130< 85
Tingkat 1 (hipertensi ringan)140-15990-99
Sub grup : perbatasan140-14990-94
Tingkat 2 (hipertensi sedang)160-179100-109
Tingkat 3 (hipertensi berat)≥ 180≥ 110
Hipertensi sistol terisolasi≥ 140< 90
Sub grup : perbatasan140-149< 90


Risiko hipertensi menurut WHO

Risiko hipertensi menurut WHO terjadi apabila tekanan darah semakin tinggi hingga menyebabkan kerusakan pada jantung dan pembuluh darah. Selain itu, akan menyebabkan pula kerusakan pada organ vital lainnya seperti ginjal dan otak. Apabila hipertensi dibiarkan begitu saja, hipertensi dapat menyebabkan serangan jantung, pembesaran jantung, dan pada akhirnya terjadi gagal jantung. Pembuluh darah dapat mengembangkan tonjolan (aneurisma) dan titik-titik lemah yang membuat mereka lebih mungkin untuk menyumbat dan meledak. Tekanan di dalam pembuluh darah dapat menyebabkan darah bocor ke luar ke otak dan menyebabkan stroke. Hipertensi juga dapat menyebabkan gagal ginjal, kebutaan, dan gangguan kognitif.

Risiko hipertensi menurut WHO dapat terjadi karena konsekuensi kesehatan hipertensi yang diperparah oleh faktor-faktor lain sehingga bisa menyebabkan serangan jantung, stroke, dan gagal ginjal. Faktor-faktor ini termasuk penggunaan tembakau, diet yang tidak sehat, penggunaan berbahaya alkohol, kurangnya aktivitas fisik, dan paparan stres yang terus-menerus serta obesitas, kolesterol tinggi dan diabetes mellitus.


Mengatasi hipertensi menurut WHO

Mengatasi hipertensi menurut WHO yaitu dengan cara memeriksa tekanan darah terlebih dahulu. Apabila hasilnya tinggi maka membutuhkan saran dari petugas kesehatan. Bagi sebagian orang, perubahan gaya hidup sangat membantu untuk menurunkan tekanan darah, gaya hidup sehat di antaranya seperti berhenti menggunakan tembakau, makan sehat, berolahraga secara teratur dan menghindari minuman beralkohol. Selain itu, pengurangan asupan garam bisa membantu.

Pengobatan bagi orang dewasa didukung dengan mengikuti resep obat dari dokter. Penderita tekanan darah tinggi yang juga memiliki gula darah tinggi atau memiliki kolesterol berisiko lebih tinggi terkena serangan jantung dan stroke. Oleh karena itu, pemeriksaan rutin untuk gula darah, kolesterol darah sangat penting untuk dilakukan. Untuk meminimalkan hipertensi menurut WHO, di antaranya ialah:
  • Meminimalkan hipertensi menurut WHO yang pertama yaitu, melakukan diet sehat dengan melakukan gaya hidup sehat dengan mengutamakan nutrisi yang tepat untuk bayi dan anak muda. Salah satunya dengan mengurangi asupan garam kurang dari 5 g garam per hari (hanya di bawah satu sendok teh);
  • Meminimalkan hipertensi menurut WHO yang kedua adalah memakan lima porsi buah dan sayuran sehari dengan mengurangi jumlah asupan lemak jenuh. Menghindari alkohol atau menguranginya yaitu tidak lebih dari satu gelas standar sehari;
  • Meminimalkan hipertensi menurut WHO yang ketiga adalah melakukan aktivitas fisik, lakukan aktivitas fisik secara teratur dan kenalkan aktivitas fisik untuk anak-anak dan anak muda (setidaknya 30 menit sehari);
  • Meminimalkan hipertensi menurut WHO yang keempat adalah mempertahankan berat badan ideal, setiap 5 kg berat badan berlebih hilang dapat mengurangi tekanan darah sistolik sebesar 2 sampai 10 poin;
  • Meminimalkan hipertensi menurut WHO yang kelima adalah menghentikan penggunaan tembakau dan paparan produk tembakau, yaitu mengelola stres dengan meditasi, latihan fisik yang tepat, dan kontak sosial yang positif.


Oleh: Bidan Sulistia
Editor: Adrie Noor
Sumber: who.int


Terima kasih untuk Like/comment FB :