Klasifikasi Hipertensi Berdasarkan JNC 7

Klasifikasi hipertensi dikategorikan dalam hipertensi ringan hipertensi berat. Hipertensi dibagi lagi menjadi beberapa klasifikasi hipertensi. Hipertensi merupakan suatu keadaan tekanan darah seseorang meningkat. Hal ini dapat diketahui melalui pemeriksaan tekanan darah dengan menggunakan tensi meter. Hipertensi ditandai dengan meningkatnya tekanan sistolik melebihi 140 mmHg dan tekanan diastoliknya melebihi 90 mmHg.

Klasifikasi hipertensi yang dibuat dikategorikan dalam dua kategori walaupun ada pendapat lain. Namun, pada umumnya batasan penyakit hipertensi menunjukkan bahwa tekanan darah pasien hipertensi, sistoliknya melebihi 140 mmHg dan diastoliknya melebihi 90 mmHg. Hipertensi dapat diklasifikasikan berdasarkan WHO, Joint National Committee 7, dan Hasil Konsensus Perhimpunan Hipertensi Indonesia.



klasifikasi hipertensi

Tensimeter digital untuk mengukur tekanan darah (tensi)

Klasifikasi Hipertensi Berdasarkan WHO

WHO mengategorikan tekanan darah sebagai berikut :
  • Kategori tekanan darah optimal. Dalam keadaan optimal, tekanan darah memiliki nilai tekanan darah sistolik kurang dari 120 mmHg dan diastoliknya kurang dari 80 mmHg;
  • Kategori tekanan darah normal. Dalam keadaan normal, tekanan darah memiliki nilai tekanan darah sistolik kurang dari 130 mmHg dan diastolik kurang dari 85 mmHg;
  • Klasifikasi hipertensi kategori tingkat 1 atau ringan. Dalam keadaan hipertensi ringan, tekanan darah memiliki nilai tekanan darah sistolik 140-159 mmHg dan diastolik 90-99 mmHg dengan sub grup tekanan darah sistolik 140-149 mmHg dan diastolik 90-94 mmHg;
  • Klasifikasi hipertensi kategori tingkat 2 atau hipertensi sedang. Dalam keasaan hipertensi sedang, tekanan darah memiliki nila tekanan darah darah sistolik 160-179 mmHg dan diastolik 100-109 mmHg;
  • Klasifikasi hipertensi kategori tingkat 3 atau hipertensi berat. Dalam keadaan hipertensi berat, tekanan darah memiliki nilai tekanan darah sistolik lebih sama dengan 180 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih sama dengan 110 mmHg;
  • Kategori hipertensi sistol terisolasi. Dalam keadaan hipertensi sistol terisolasi, tekanan darah memiliki nilai tekanan darah sisitolik lebih sama dengan 140 mmHg dan diastolik kurang dari 90 mmHg dengan sub grup perbatasan sistoliknya 140-149 mmHg dan diastolinya kurang dari 90 mmHg.
 

Klasifikasi Hipertensi Berdasarkan Joint National Committee 7

Joint National Committee 7 membagi tekanan darah menjadi beberapa kategori, di antaranya adalah:
  • Kategori normal. Dalam keadaan normal, tekanan darah memiliki nilai tekanan darah sistolik kurang dari 120 mmHg dan diastolik kurang dari 80 mmHg;
  • Klasifikasi hipertensi dengan kategori pre hipertensi. Dalam keadaan pre hipertensi, tekanan darah memiliki nilai tekanan darah sistolik 120 – 139 mmHg atau diastolik 80-89 mmHg;
  • Klasifikasi hipertensi dengan kategori hipertensi tahap 1. Dalam keadaan hipertensi tahap 1, tekanan darah memiliki nilai tekanan darah sistolik 140-159 mmHg atau diastolik 90-99 mmHg;
  • Kategori hipertensi tahap 2. Dalam keadaan hipertensi tahap 2, tekanan darah memiliki nilai tekanan darah sistolik lebih sama dengan 160 mmHg atau diastolik lebih sama dengan 100 mmHg.
 

Klasifikasi Hipertensi Berdasarkan Hasil Konsensus Perhimpunan Hipertensi Indonesia

Konsensus Perhimpunan Hipertensi Indonesia membagi tekanan darah menjadi beberapa kategori, di antaranya yaitu:
  • Kategori normal. Dalam keadaan normal, tekanan darah memiliki nilai tekanan darah sistolik kurang dari 120 mmHg dan diastolik kurang dari 80 mmHg;
  • Klasifikasi hipertensi dengan kategori pre hipertensi. Dalam keadaan pre hipertensi, tekanan darah memiliki nilai tekanan darah sistolik 120 – 139 mmHg atau diastolik 80-89 mmHg;
  • Klasifikasi hipertensi dengan kategori hipertensi tahap 1. Dalam keadaan hipertensi tahap 1, tekanan darah memiliki nilai tekanan darah sistolik 140-159 mmhg atau diastolik 90-99 mmHg;
  • Klasifikasi hipertensi dengan kategori hipertensi tahap 2. Dalam keadaan hipertensi tahap 2, tekanan darah memiliki nilai tekanan darah sistolik lebih sama dengan 160 mmHg atau diastolik lebih sama dengan 100 mmHg;
  • Hipertensi dengan kategori hipertensi sistol terisolasi. Dalam keadaan hipertensi hipertensi sistol terisolasi, tekanan darah memiliki nilai tekanan darah sistolik lebih sama dengan 140 mmHg dan diastolik kurang dari 90 mmHg.



Oleh: Bidan Sulistia
Editor: Adrie Noor
Sumber: academia.edu


Terima kasih untuk Like/comment FB :