Obat Anti Hipertensi (Obat Kimia)

Penyakit hipertensi merupakan penyakit yang sering terjadi. Untuk mengatasi penyakit tersebut, bisa menggunakan obat anti hipertensi. Ada beberapa pilihan obat yang harus menggunakan resep dokter dan digunakan menurut pengawasan dokter karena memiliki efek samping berbahaya bagi kesehatan. Tekanan darah tinggi atau disebut juga hipertensi merupakan penyakit yang terjadi akibat peningkatan tekanan darah di dalam pembuluh darah arteri.



obat anti hipertensi
 Tensimeter digital untuk mengukur tekanan darah (tensi)



Obat anti hipertensi yang bisa digunakan untuk pengobatan hipertensi antara lain:

1. Calcium Channel Blockers
Obat anti hipertensi ini bekerja dengan mencegah kalsium tidak memasuki sel-sel otot jantung dan pembuluh darah. Obat anti hipertensi ini dapat mengendurkan pembuluh darah besar (arteri) dan menurunkan tekanan darah Anda.

2. Beta-blockers
Obat anti hipertensi ini bekerja dengan cara memperlambat detak jantung dengan tenaga lebih sedikit sehingga akan mengurangi tingkat tekanan darah. Oleh karena,  obat anti hipertensi beta-blockers berinteraksi dengan jenis obat yang lainnya, maka konsultasikan dengan dokter jika Anda ingin menggabung beta-blockers dengan obat- lainnya. Konsultasikan juga terlebih dahulu dengan dokter Anda sebelum berhenti memakai beta-blockers. Efek samping yang berbahaya bisa muncul jika tiba-tiba berhenti, misalnya peningkatan tekanan darah atau serangan angina (angin duduk).

3. Angiotensin-converting Enzyme (ACE) Inhibitor
Obat anti hipertensi ini bekerja dengan membuat dinding pembuluh darah lebih rileks, obat-obatan ACE inhibitor akan membantu mengurangi tekanan darah. Efek samping obat ini adalah batuk kering berkelanjutan. Jika efek samping ini sangat mengganggu, penderita disarankan memakai obat penderita yang memiliki fungsi sama seperti ACE Inhibitor atau lebih dikenal sebagai Antagonis Reseptor Angiotensin-2.

Pengobatan Hipertensi Tanpa Menggunakan Obat Anti Hipertensi

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan penyakit yang terjadi akibat menyempitnya pembuluh darah dalam tubuh sehingga menyebabkan tekanan darah dalam tubuh menjadi tinggi. Tekanan darah tinggi pada umumnya banyak diderita oleh orang dewasa. Hal tersebut wajar terjadi karena pengaruh faktor usia. Jika usia seseorang mengalami penuaan, maka fungsi pembuluh darah yang berkurang keelastisan akan mengalami penurunan.

Seseorang yang mengalami hipertensi atau tekanan darah tinggi tentunya memerlukan sebuah tindakan untuk menurunkan tekanan darahnya. Pengobatannya bisa dilakukan dengan menggunakan obat-obatan kimia. Akan tetapi, penggunaan dengan menggunakan obat tersebut hasilnya akan berbeda bagi setiap penderita, bahkan dikhawatirkan akan menimbulkan penyakit lain. Selain dengan cara mengonsumsi obat anti hipertensi, untuk mengatasi hipertensi dapat melakukan diet rendah garam.

Diet rendah garam dapat dilakukan untuk membantu menghilangkan penimbunan garam dan air, diet ini dapat membantu untuk menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi yang sensitif terhadap garam. Untuk melakukan diet rendah garam, Anda harus menghindari makanan berikut:
  1.  Bumbu-bumbu dapur yang mengandung natrium seperti tauco, soda kue, baking powder, kecap, terasi, petis, vetsin, dan garam dapur;
  2. Makanan yang diawetkan menggunakan garam yaitu seperti ikan asin, daging asap, ham, dendeng, abon, kornet, ikan pindang, telur asin, ebi, sarden, mentega, margarin, dan keju;
  3. Kue-kue yang diolah dengan garam dapur, roti dan biskuit;
  4. Sayuran dan buah-buahan yang diawetkan menggunakan garam dapur seperti sawi asin, asinan, acar, sayuran dalam kaleng dan lain-lain.
  Adapun makanan dan minuman yang harus dibatasi yaitu:
  1. Telur, untuk mengonsumsi telur perlu dibatasi maksimum 1 butir dalam sehari;
  2. Susu, batasnya maksimum 2 gelas sehari;
  3. Daging dan ikan, batas untuk dikonsumsinya yaitu maksimum 100 gram dalam sehari.

Kedua cara pengobatan hipertensi tersebut dapat Anda lakukan. Jika pengobatan hipertensi yang Anda lakukan berhasil, cobalah untuk melakukan pencegahan hipertensi agar penyakit tersebut tidak mengganggu kembali kehidupan Anda.


Oleh: Bidan Esi Esasi
Editor: Adrie Noor
Sumber: alodokter.com, i-herbal.blogspot.com


Terima kasih untuk Like/comment FB :