Pengobatan Hipertensi (Darah Tinggi)

Apabila Anda telanjur terkena hipertensi, ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk pengobatan hipertensi. Pengobatan hipertensi di antaranya ialah dengan cara mengubah pola hidup, mengonsumsi obat antihipertensi, dan sebagainya. Cara ini merupakan langkah efektif untuk menurunkan tekanan darah tinggi.

Semakin bertambahnya usia, semakin bertambah juga risiko penyakit yang dapat kita alami. Salah satu penyakit yang dapat kita alami yaitu hipertensi. Penyakit hipertensi bukan  penyakit yang asing. Banyak orang menderita penyakit ini, terutama orang-orang yang telah lanjut usia. Hipertensi atau disebut juga penyakit darah tinggi terjadi akibat tingginya tekanan darah di dalam tubuh.



pengobatan hipertensi

Tensimeter digital untuk mengukur tekanan darah (tensi)


Penyakit hipertensi harus mendapat perhatian khusus karena jika penyakit hipertensi tidak diawasi dengan baik, maka dapat berbahaya dan menimbulkan komplikasi. Terlebih lagi penyakit hipertensi tidak memiliki gejala khas yang menandakan terkena hipertensi. Oleh karena itu, pemeriksaan tekanan darah secara rutin merupakan  hal yang sangat dianjurkan.

Pengobatan hipertensi dengan mengubah pola hidup

Pengobatan hipertensi dengan mengubah pola hidup merupakan salah satu cara pengobatan hipertensi yang dapat Anda lakukan. Perubahan pola hidup untuk menurunkan tekanan darah bisa terlihat dampaknya beberapa minggu setelah Anda memulainya. Berikut ini langkah-langkahnya:
  • Kurangi konsumsi garam hingga kurang dari satu sendok teh per hari; Konsumsi makanan sehat, rendah lemak dan seimbang, termasuk makan banyak buah-buahan segar dan sayuran;
  • Kurangi konsumsi minuman keras;
  • Lebih aktif. Aktif secara fisik adalah hal paling penting yang bisa Anda lakukan untuk mencegah atau mengendalikan tekanan darah tinggi;
  • Melakukan terapi relaksasi, seperti yoga, meditasi, dan manajemen stres;
  • Menurunkan berat badan, bagi Anda yang mengalami obesitas;
  • Berhenti merokok;
  • Kurangi konsumsi kopi, teh, atau minuman kaya kafein lain. Minum lebih dari empat cangkir kopi sehari bisa meningkatkan tekanan darah Anda.

Cobalah untuk melakukan tindakan di atas. Anda bisa melihat hasilnya secara signifikan. Beberapa penderita bahkan tidak perlu mengonsumsi obat-obatan sama sekali karena perubahan gaya hidup menurunkan tekanan darahnya menjadi normal.

Pengobatan hipertensi dengan menggunakan obat-obatan

Apabila pengobatan hipertensi dengan mengubah pola hidup tidak berhasil, Anda biasanya akan disarankan dokter untuk mengonsumsi obat-obatan antihipertensi. Obat-obatan yang bisa digunakan untuk pengobatan hipertensi antara lain:

1. Calcium Channel Blockers
Obat ini bekerja dengan cara mencegah kalsium tidak memasuki sel-sel otot jantung dan pembuluh darah. Obat ini dapat mengendurkan pembuluh darah besar (arteri) dan menurunkan tekanan darah Anda.

2. Beta-blockers
Obat ini bekerja dengan cara menyebabkan jantung berdetak lebih lambat dengan tenaga lebih sedikit  sehingga pada akhirnya akan mengurangi tingkat tekanan darah. Namun, beta-blockers berinteraksi dengan jenis obat yang lainnya. Oleh karena itu, konsultasikan dengan dokter jika Anda ingin menggabung beta-blockers dengan obat-obatan yang lain, kemudian konsultasikan juga terlebih dahulu dengan dokter Anda sebelum berhenti memakai beta-blockers. Efek samping yang berbahaya bisa muncul jika tiba-tiba berhenti, misalnya peningkatan tekanan darah atau serangan angina (angin duduk).

3. Angiotensin-converting Enzyme (ACE) Inhibitor
Obat ini bekerja dengan membuat dinding pembuluh darah lebih rileks, obat-obatan ACE inhibitor akan membantu mengurangi tekanan darah. Efek samping obat ini ialah batuk kering berkelanjutan. Jika efek samping ini sangat mengganggu, ada kemungkinan akan disarankan kepada obat penderita fungsi sama seperti ACE Inhibitor, lebih dikenal sebagai Antagonis Reseptor Angiotensin-2.

Dua cara pengobatan hipertensi tersebut dapat Anda lakukan. Jika pengobatan hipertensi yang Anda lakukan berhasil, cobalah untuk melakukan pencegahan hipertensi agar penyakit tersebut tidak kembali mengganggu kehidupan Anda.


Oleh: Bidan Sulistia
Editor: Adrie Noor
Sumber: alodokter.com


Terima kasih untuk Like/comment FB :