Epidemiologi Hipertensi dan Faktor Risiko

Epidemiologi hipertensi telah banyak dipelajari para ahli kesehatan. Kondisi alam dan masyarakat yang sangat kompleks memicu munculnya berbagai masalah, khususnya masalah kesehatan. Masalah kesehatan cukup dominan, khususnya di negara-negara maju. Di Indonesia, peluang masyarakat menderita hipertensi belum sebesar di negara maju. Namun, ancaman penyakit ini tidak boleh diabaikan begitu saja. Untuk mengatasi persoalan tersebut dibutuhkan kesadaran masyarakat untuk mengontrol diri dan lingkungannya demi keselamatan bersama dari ancaman meluasnya penyakit hipertensi.

Secara global epidemiologi hipertensi menyebabkan 9,4 juta meninggal setiap tahun dan 1,5 miliar orang di seluruh dunia menderita tekanan darah tinggi atau hipertensi. Penyakit ini merupakan faktor risiko terbesar penyebab kematian terbesar di dunia karena menyebabkan penyakit jantung, stroke dan ginjal penyakit, dan diabetes. Prevalensi hipertensi meningkat secara signifikan pada periode belajar (2001: 18,4%; 2004: 22,0%; 2008: 20,8%) dan sebagian besar penderitanya ialah laki-laki.



epidemiologi hipertensi
 Tensimeter digital untuk mengukur tekanan darah (tensi)



 Epidemiologi hipertensi merupakan penyebab kematian ketiga setelah stroke dan tuberkulosis, yakni mencapai 6,7% dari populasi kematian pada semua umur di Indonesia. Hipertensi merupakan gangguan sistem peredaran darah yang menyebabkan kenaikan tekanan darah di atas normal, yaitu 140/90 mmHg. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Balitbangkes tahun 2007 menunjukkan prevalensi hipertensi secara nasional mencapai 31,7%, hanya 7,2% penduduk yang sudah mengetahui memiliki hipertensi dan hanya 0,4% kasus yang minum obat hipertensi. Fakta ini menunjukkan 76% kasus hipertensi di masyarakat belum terdiagnosis atau 76% masyarakat belum mengetahui mereka mengidap penyakit hipertensi.

Penderita hipertensi di Indonesia diperkirakan sebesar 15 juta. Namun, hanya 4 % yang controlled hypertension. Sebagai gambaran umum masalah hipertensi ini adalah:
  • Tingkat prevalensi sebesar 6-15% pada orang dewasa. Hipertensi merupakan proses degeneratif dan hipertensi tentu hanya ditemukan pada golongan dewasa. Ditemukan kecenderungan peningkatan prevalensi menurut peningkatan usia;
  • Sebesar 50% penderita tidak menyadari diri sebagai penderita HT. Oleh karena itu, mereka cenderung terkena hipertensi berat karena penderita tidak berupaya mengubah dan menghindari faktor risiko;
  • Sebanyak 70% adalah HT ringan karena hipertensi banyak diacuhkan atau terabaikan sampai akhirnya menjadi ganas (hipertensi maligna)
  • Sejumlah 90% HT esensial, penderita tidak mengetahui seluk-beluk penyebabnya. Artinya penyebabnya tidak jelas sehingga sulit mencari bentuk intervensi dan pengobatan yang sesuai.
 

Faktor risiko hipertensi berdasarkan epidemiologi hipertensi

1. Faktor Genetik
  • Usia, pada usia di atas 45 tahun lebih banyak mengalami hipertensi;
  • Jenis kelamin, pria maupun wanita memiliki risiko untuk menderita hipertensi, pada umur < 45 tahun proporsi laki-laki lebih banyak untuk hipertensi sedangkan di atas 55 tahun risiko pria dan wanita terhadap hipertensi relatif sama;
  • Ras (Suku), berdasarkan riwayat awal orang yang banyak mengalami hipertensi adalah orang-orang Amerika;
  • Keturunan, adanya riwayat penyakit hipertensi pada garis keluarga (30-60% diturunkan secara genetis).

2. Faktor Lingkungan
  • Pola makan, diet, makan makanan kadar garam tinggi, dan makan kudapan dalam jumlah banyak;
  • Merokok dan sering minum-minuman yang beralkohol;
  • Inaktivitas fisik, olahraga tidak teratur, istirahat kurang, pekerja berat;
  • Obesitas, berat badan yang berlebihan menyebabkan kerja jantung semakin berat.

3. Faktor Psikologis
Beban ekonomi, beban psikologis dalam diri, pekerjaan yang berat bisa menyebabkan penyakit hipertensi.  

Oleh: Bidan Esi Esasi
Editor: Adrie Noor
Sumber: eptmfkmunsri.blogspot.co.id


Terima kasih untuk Like/comment FB :