Hipertensi Kronik (Gejala-gejala)

Hipertensi kronik merupakan salah satu jenis penyakit hipertensi. Disebut  hipertensi kronik karena terjadi sudah lama. Hipertensi ini terjadi secara perlahan-lahan dan bersifat menetap. Biasanya hipertensi kronik terjadi akibat pengobatan hipertensi tidak adekuat. Penyakit ini terindikasi pada rentang usia 30-40 tahun. Tidak ada gejala yang khas dirasakan oleh pasien penyakit tersebut.

Pasien hipertensi kronik, pada tahap awal mengalami kenaikan tekanan darah yang naik secara berkala misalnya pada situasi stres biasa, ketika bepergian jauh, dan tekanan darah tersebut akan kembali normal dalam waktu yang lebih lama dari biasanya atau terjadi kenaikan tekanan darah sesaat, misalnya saat bekerja, tetapi tekanan darah tidak naik pada saat istirahat atau berlibur.



hipertensi kronik

Tensimeter Digital untuk Mengukur Tekanan Darah (Tensi)


 Pada tahap awal hipertensi datang dengan berbagai gejala yang menyerupai penyakit ringan. Misalnya seperti keluhan tidak sehat secara umum, sakit kepala atau pusing. Namun, untuk tahap lanjut pada hipetensi kronik ditandai dengan masalah penglihatan dan gangguan pada jantung. Pada tahap lanjut hipertensi kronik, tekanan darah yang meningkat tidak dapat menjadi normal kembali setelah beristirahat bahkan berbaring lama.//   Hipertensi kronik berpotensi menjadi hipertensi ganas. Disebut hipertensi ganas karena dapat berkembang dengan cepat dan drastis serta menyebabkan kerusakan yang serius pada organ vital seperti pada jantung, otak, ginjal, bahkan mata. Namun, perkembangan hipertensi kronik menjadi hipertensi ganas dapat dihambat apabila penanganan yang dilakukan pada pasien hipertensi dilakukan secara tepat.

Gejala Hipertensi Kronik

Gejala yang ditimbulkan penyakit hipertensi kronik pada umumnya memiliki kesamaan dengan jenis penyakit hipertensi yang lainnya. Namun, perbedaan yang paling menonjol ditandai dengan kenaikan tekanan darah yang berlangsung lama dan bersifat menetap. Selain hal tersebut, gejala penyakit hipertensi kronik di antaranya ialah sakit kepala di bagian belakang di saat sedang bangun tidur, sering lupa dan kadang juga menjadi susah dalam berkonsentrasi, mudah marah dan juga perasaan yang lebih sensitif, terkadang menjadi susah tidur, tubuh yang akan terasa lebih lelah dan letih, kadang mengalami kesulitan dalam buang air besar, mengalami mimisan, sering gelisah, pandangan kabur, mual, atau muntah.

Penyakit hipertensi kronik yang diderita oleh pasien dapat mengalami berbagai komplikasi yang berkaitan dengan gangguan kinerja atau fungsi organ vital. Misalnya terjadi komplikasi pada organ otak atau pembengkakan otak yang dapat mengakibatkan pasien tersebut mengalami stroke atau komplikasi yang mengganggu kinerja organ ginjal dan jantung. Sebenarnya langkah terbaik yang dilakukan ialah pencegahan. Pencegahan lebih baik dilakukan daripada pengobatan penyakit hipertensi.

Pencegahan yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya penyakit hipertensi ialah dengan menerapkan pola hidup sehat, utamanya pengaturan dalam mengonsumsi makanan. Usahakan memilih dan mengonsumsi makanan yang tidak mengandung kolesterol tinggi karena kolesterol tinggi merupakan salah satu pencetus penyakit hipertensi kronik. Selain itu, hindari pula kebiasaan merokok dan minuman alkohol, menjaga berat badan agar tetap ideal, menghindari stres dan berolah raga. Cara-cara tersebut terbukti ampuh untuk mencegah terjadinya penyakit hipertensi. Namun, apabila sudah telanjur terjadi, pengontrolan tekanan darah dengan pola hidup sehat dan mengukur tekanan darah secara teratur sangat penting untuk dilakukan. Mengingat tekanan darah pada pasien hipertensi mudah mengalami kenaikan maupun penurunan.


Oleh: Bidan Sulistia
Editor: Adrie Noor
Sumber: penyakithipertensi.org


Terima kasih untuk Like/comment FB :