Hipertensi pulmonal (Klasifikasi)

Hipertensi pulmonal merupakan kejadian meningkatnya resistensi vaskular pulmonal yang menyebabkan menurunnya fungsi ventrikel kanan karena peningkatan afterload ventrikel kanan. Hipertensi pulmonal disebabkan karena berbagai macam penyakit. Jika hipertensi ini tidak diatasi maka dapat mengakibatkan menurunnya regangan vaskular, peningkatan tekanan arteri pulmonalis yang progresif dan akhirnya menjadi gagal jantung kanan, bahkan kematian. Pasien hipertensi pulmonal berkepanjangan akan menyebabkan morbiditas dan mortalitas yang lebih tinggi daripada kondisi kausatif yang menyebabkan hipertensi ini.



hipertensi pulmonal
Tensimeter digital untuk mengukur tekanan darah (tensi)



Etiologi Hipertensi Pulmonal

Etiologi pasti dari penyakit hipertensi pulmonal pada pasien dengan penyakit ginjal tahap akhir masih belum diketahui. Beberapa proses etiologi yang berbeda telah ditetapkan sebagai faktor-faktor yang memengaruhinya. Perubahan hormonal dan metabolik berkaitan dengan penyakit ginjal kronis yang menyebabkan vasokonstriksi arteri pulmonalis dan meningkatnya resistensi vaskular pulmonal. Selanjutnya, peningkatan tekanan arteri pulmonalis juga disebabkan karena peningkatan cardiac output akibat akses arteriousvenous fistula itu sendiri dan diperburuk oleh kondisi-kondisi umum yang terjadi pada penyakit ginjal kronis seperti anemia dan overload cairan.

Klasifikasi Hipertensi Pulmonal

Klasifikasi hipertensi ini dibagi menjadi beberapa hal di antaranya ialah:
1. Hipertensi arteri pulmonal
a. Idiopatik atau primer
b. Familial
c. Hipertensi yang berhubungan dengan:
  • Penyakit kolagen pada pembuluh darah;
  • Shunt kongenital sistemic-ke-pulmonal;
  • Hipertensi portal;
  • Infeksi HIV;
  • Toxin dan obat-obatan;
  • Penyakit lain (kelainan tiroid, kelainan penyimpangan glikogen, penyakit Gaucher, hemoragik telangiektasis herediter, hemoglobinopati, kelainan mieloproliferativ, splenektomi).
d. Yang berhubungan dengan keterlibatan vena atau kapiler
  • Penyakit oklusi vena pulmonal;
  • Hemangiomatosis kapiler pulmonal.
2. Hipertensi pulmonal dengan penyakit jantung kiri
  • Penyakit atrium atau ventrikel kiri jantung;
  • Penyakit katup jantung kiri.
3. Hipertensi pulmonal yang dihubungkan dengan penyakit paru dan atau hipoksia
  • Penyakit paru obstruksi kronik;
  • Penyakit jaringan paru;
  • Gangguan napas saat tidur;
  • Kelainan hipoventilasi alveolar;
  • Tinggal lama ditempat yang tinggi;
  • Perkembangan abnormal.
4. Hipertensi pulmonal oleh karena penyakit emboli dan trombitik kronik
  • Obstruksi tromboembolik arteri pulmonalis proksimal;
  • Obstruksi tromboembolik arteri pulmonalis distal;
  • Emboli pulmonal non trombotik (tumor, parasit, benda asing).
5. Miscellaneous
Sarcoidosis, histiocytosis-X, lymphangiomatosis, penekanan pembuluh darah paru (adenopati, tumor, fibrosis mediastinitis).

Hipertensi Pulmonal Tipe 1

Salah satu penyebab terpenting penyebab meningkatnya tekanan arteri pulmonalis pada pasien hemodialisis adalah shunting aliran darah melalui arteriovenous fistula. Perubahan hemodinamik berkaitan dengan pemasangan arteriovenous fistula yang menyebabkan peningkatan cardiac output karena meningkatnya venous return terhadap jantung. Hal ini berakibat aliran darah berlebihan ke pulmonal yang akhirnya menyebabkan peningkatan tekanan arteri pulmonal yang berperan penting terhadap perkembangan hipertensi pulmonal pada pasien penyakit ginjal tahap akhir dengan hemodialisis melalui arteriovenous fistula. Mayoritas studi menunjukkan adanya korelasi hipertensi pulmonal dengan derajat aliran arteriovenous fistula. Mekanisme arteriovenous fistula dapat memengaruhi tekanan arteri pulmonalis dengan memengaruhi resistensi vaskular pulmonal dan cardiac output.

Selain itu, tindakan pemasangan arteriovenous fistula menghasilkan peningkatan signifikan terhadap diameter akhir diastolik ventrikel kiri, pemendekan fraksi, dan peningkatan cardiac output ventrikel kanan yang berpengaruh terhadap peningkatan tekanan arteri pulmonalis. Faktor lain seperti remodeling arteri pulmonalis yang terjadi setelah pembuatan arteriovenous fistula sistemik, menyebabkan aliran yang memicu timbulnya hipertensi pulmonal. Perubahan karakteristik pembuluh darah yang disebabkan meningkatnya aliran darah pulmonal termasuk hiperplasia/fibrosis tunika intima, hiperplasia tunika media, dan pembentukan lesi flexiform. Perubahan-perubahan ini menyebabkan terjadinya penurunan compliance vaskulatur pulmonal.


Oleh: Bidan Esi Esasi
Editor: Adrie Noor
Sumber: Tim dokter RSCM, Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, FKUI RSCM, Jakarta, 2009.


Terima kasih untuk Like/comment FB :