Hipertensi Sekunder (Penyakit Pemicu)

Hipertensi sekunder adalah hipertensi yang diakibatkan karena penyakit lain. Pada beberapa kasus , penyebabnya sudah diketahui yakni akibat karena gangguan hormonal, penyakit jantung, diabetes, ginjal, penyakit pembuluh darah, dan berhubungan dengan kehamilan. Mengonsumsi garam sehari-hari dapat memperparah kondisi hipertensi, tetapi  garam bukan faktor penyebab hipertensi sekunder.

Seringkali hipertensi sekunder dikaitkan dengan hipertensi primer, tetapi kedua jenis hipertensi ini berbeda dengan hipertensi primer yang tidak memiliki penyebabnya. Di samping itu, hipertensi primer adalah umum sedangkan hipertensi sekunder tidak. Hipertensi primer lebih mudah untuk diobati sementara hipertensi sekunder resistan terhadap pengobatan kecuali mengobati dasar pencetus penyakitnya.


hipertensi sekunder
 Tensimeter Digital untuk Mengukur Tekanan Darah


Jenis-jenis Penyakit Pemicu Hipertensi Sekunder


Seperti yang sudah dijelaskan di atas, hipertensi sekunder merupakan hipertensi yang disebabkan karena adanya penyakit lain. Penyakit-penyakit yang dapat menyebabkan hipertensi sekunder, di antaranya ialah:

1. Gangguan kelenjar paratiroid
Gangguan kelenjara paratiroid bisa menyebabkan hipertensi sekunder. Hormon parathormon yang diproduksi oleh empat kelenjar paratiroid yang berlebihan dapat meningkatkan kadar kalsium dalam darah, hal tersebut dapat memicu hipertensi.

2. Sakit ginjal
Hipertensi  berhubungan dengan ginjal atau disebut hipertensi ginjal/renal hypertension. Penyempitan arteri ginjal menyebabkan tekanan darah naik, hal tersebut karena pembuluh darah utama penyuplai darah utama ke kedua organ ginjal. Apabila pasokan darah kurang atau menurun, ginjal akan memproduksi berbagai zat yang meningkatkan tekanan darah dan menyebabkan hipertensi.

3. Stres
Hipertensi yang disebabkan stres dapat memicu sistem saraf simpati sehingga meningkatkan aktivitas jantung dan tekanan pembuluh darah sehingga menyebabkan tekanan darah tinggi.

4. Apnea
Hipertensi bisa disebabkan karena penyakit apnea. Apnea atau Obstructive sleep apnea (OSA) merupakan gangguan ketika tidur yang menyebabkan penderitanya berkali-kali berhenti bernapas (antara 10-30 detik) selama tidur. Penyakit apnea biasanya diderita oleh penderita berat badan berlebih dan menunjukkan gejala-gejala seperti rasa kantuk luar biasa di siang hari, mendengkur, sakit kepala pagi hari, dan edema di kaki bagian bawah. Para penderita apnea kebanyakan menderita hipertensi, hal tersebut disebabkan adanya perubahan hormon karena reaksi terhadap penyakit dan stres yang ditimbulkan.

5. Hiper/hipotiroid
Hipertensi sekunder bisa disebabkan karena hipertiroid atau hormon tiroid yang berlebih yang merangsang aktivitas jantung untuk meningkatkan produksi darah dan meningkatkan resistensi darah. Hipertiroid atau kelebihan hormon tiroid ditandai dengan mudah merasa gerah, penurunan berat badan, jantung berdebar, dan tremor. Kekurangan hormon tiroid ditandai dengan kelelahan, penurunan berat badan, kerontokan rambut, dan lemah otot. Hubungan antara kekurangan tiroid dan hipertensi belum banyak diketahui, tetapi  diduga karena melambatnya metabolisme tubuh sehingga kekurangan tiroid yang mengakibatkan pembuluh darah terhambat dan tekanan darah meningkat.

6. Preeklamsia
Selanjutnya adalah hipertensi yang disebabkan oleh preeklamsia. Preeklamsia adalah hipertensi karena kehamilan (gestational hypertension) yang biasanya terjadi pada tri semester kehamilan. Preeklamsia disebabkan oleh volume darah yang meningkat selama kehamilan dan berbagai perubahan hormonal. Sekitar 5-10% kehamilan pertama ditandai dengan preeklamsia.

7. Koarktasi aorta (aortic coarctation)
Hipertensia sekunder yang disebabkan koarktasi atau penyempitan aorta ditandai dengan adanya kelainan bawaan yang menimbulkan tekanan darah tinggi.

8. Gangguan kelenjar adrena
Selanjutnya adalah hipertensi sekunder yang disebabkan oleh gangguan adrenal. Kelenjar adrenal berfungsi mengatur kerja ginjal dan tekanan darah. Bila salah satu atau kedua kelenjar adrenal mengalami gangguan, dapat mengakibatkan produksi hormon berlebihan yang berakibat meningkatnya tekanan darah.

Faktor Penyebab Hipertensi Sekunder

Selain berbagai penyakit di atas, hipertensi sekunder dapat juga disebabkan oleh faktor-faktor lainnya, seperti :
  • Mengonsumsi alkohol berlebihan;
  • Penggunaan Pil KB;
  • Efek samping obat flu tertentu dan obat pengurang nafsu makan;
  • Diabetes;
  • Tumor Wilms (pada anak).
   


Oleh: Bidan Sulistia
Editor: Adrie Noor
Sumber: majalahkesehatan.com


Terima kasih untuk Like/comment FB :