Latar Belakang Hipertensi (Darah Tinggi)

Latar belakang hipertensi yang terjadi pada pasien penderita hipertensi didukung oleh beberapa faktor. Namun, secara khusus latar belakang hipertensi yang terjadi pada pasien hipertensi belum diketahui penyebabnya secara jelas. Para peneliti menyatakan latar belakang hipertensi berhubungan erat dengan hipertensi primer. Walaupun belum diketahui secara pasti penyebabnya. Hasil penelitian tersebut menemukan beberapa faktor penyebab hipertensi. Faktor-faktor tersebut di antaranya ialah faktor keturunan, ciri perseorangan, dan kebiasaan hidup.



latar belakang hipertensi
Tensimeter digital untuk mengukur tekanan darah (tensi)




Faktor yang Menjadi Latar Belakang Hipertensi

Berikut ini beberapa faktor yang menjadi latar belakang hipertensi. Di antaranya ialah:

1. Faktor keturunan
Dari berbagai penelitian dan data statistik disimpulkan seseorang akan mengidap penyakit hipertensi apabila orang tua atau dalam riwayat keluarganya terdapat anggota keluarga yang mengidap hipertensi.

2. Ciri perseorangan
Ciri perseorangan yang dapat memengaruhi timbulnya penyakit hipertensi adalah umur, jenis kelamin, dan ras. Umur dapat memengaruhi dan menjadi latar belakang hipertensi. Semakin bertambahnya umur, menyebabkan kenaikan tekanan darah. Begitu pula dengan jenis kelamin. Jenis kelamin bisa menjadi latar belakang hipertensi. Tekanan darah pada pria umumnya lebih tinggi dibandingkan dengan wanita. Demikian halnya dengan faktor ras. Hal ini ditunjukkan berdasarkan statistik yang ada di Amerika yang menyebutkan bahwa prevalensi atau kejadian hipertensi pada orang kulit hitam hampir dua kali lebih banyak dibandingkan dengan orang kulit putih.

3. Kebiasaan hidup
Kebiasaan hidup seringkali menyebabkan timbulnya hipertensi. Salah satunya mengonsumsi garam dalam jumlah yang banyak, kegemukan atau makan yang berlebihan, stres serta pengaruh lainnya. Faktor-faktor yang menjadi latar belakang hipertensi tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut :
  • Konsumsi garam tinggi. Dari berbagai data statistik menunjukkan bahwa hipertensi jarang terjadi pada suku bangsa atau penduduk dengan konsumsi garam rendah. Dalam dunia kedokteran juga menyatakan bahwa pembatasan konsumsi garam dapat menurunkan tekanan darah dan pengeluaran garam atau natrium oleh obat pelancar buang air kecil atau obat diuretik akan menurunkan tekanan darah lebih lanjut;
  • Kegemukan atau makan berlebihan. Makan berlebihan dapat membuat badan menjadi gemuk dan merupakan latar belakang penyebab hipertensi. Hasil penelitian membuktikan hubungan antara kegemukan atau obesitas dengan kejadian hipertensi. Walaupun mekanisme terjadinya kegemukan yang menimbulkan hipertensi belum jelas, tetapi hal ini terbukti dengan penurunan berat badan yang dapat menurunkan tekanan darah;
  • Stres atau ketegangan jiwa. Stres atau ketegangan jiwa juga menjadi salah satu pemicu timbulnya hipertensi. Sudah lama diketahui bahwa stres dapat meningkatkan tekanan darah. Stres atau ketegangan jiwa yang dialami dapat berupa perasaan tertekan, murung, rasa marah, dendam, rasa takut, rasa bersalah, dan sebagainya. Stres atau ketegangan jiwa ini dapat merangsang kelenjar anak ginjal untuk melepaskan hormon adrenalin dan memacu jantung berdenyut lebih cepat serta lebih kuat. Akibatnya tekanan darah akan meningkat. Apabila stres berlangsung cukup lama, tubuh akan berusaha mengadakan penyesuaian sehingga timbul kelainan organis atau perubahan patologis. Gejala yang muncul dapat berupa hipertensi atau penyakit maag.
   
Oleh: Bidan Esi Esasi
Editor: Adrie Noor
Sumber: Gunawan, Lany, dr., 2007, Tekanan Darah Tinggi, Penerbit Kanisius, Yogyakarta.


Terima kasih untuk Like/comment FB :