Obat Alami Hipertensi di Sekitar Kita

Selain diobati dengan obat-obatan dari dokter, penyakit hipertensi juga bisa diobati dengan ramuan obat alami hipertensi. Bahan-bahan obat herbal murah, mudah didapat dan biasanya ada di lingkungan sekitar kita. Mengonsumsi bahan alami seperti yang dijelaskan di bawah ini akan mengurangi risiko efek samping obat. Hipertensi atau darah tinggi bisa berbahaya karena menyebabkan penyakit lainnya. Oleh karena itu, sebaiknya lakukan pemeriksaan rutin menggunakan tensimeter terutama jika Anda berusia di atas 40 tahun.



obat alami hipertensi
 Tensimeter digital untuk mengukur tekanan darah (tensi)


Ramuan obat alami hipertensi

  • Ramuan obat alami hipertensi yang pertama yaitu dengan menggunakan bahan-bahan seperti Buah kesemek 1 buah, biji teratai 200 g, air 750 cc. cara membuatnya rebus biji teratai pada periuk yang terbuat dari tanah sampai mendidih dan matang. Buah kesemek diiris lalu masukkan pada rebusan biji teratai. Rebus lagi hingga airnya tinggal 400 cc. Minumlah ramuan alami hipertensi ini secara rutin.
  • Ramuan obat alami hipertensi yang kedua yaitu dengan menggunakan bahan-bahan seperti bawang putih 2 butir dikupas kulitnya, air matang hangat 1 gelas. Cara membuatnya. Kunyah bawang putih lalu telan, lalu minumlah air matang hangat. Lakukan ramuan alami hipertensi ini tiga kali sehari.
  • Ramuan obat alami hipertensi yang ke tiga yaitu dengan buah mengkudu (Morinda citrifolia) masak 2 buah. Cara membuatnya cuci sampai bersih buah menkudu, lalu parut, peras, saring untuk diambil airnya. Minum ramuan mengkudu sehari dua sampai tiga kali.
  • Ramuan obat alami hipertensi yang keempat yaitu dengan menyiapkan bahan-bahan daun meniran ¼ genggam, air matang ½ cangkir. Cara membuatnya. Daun meniran ditumbuk dan digiling halus. Tambahkan air, lalu peras dan saring. Minumlah Ramuan alami hipertensi ini 2-3 kali sehari.
  • Ramuan obat alami hipertensi yang kelima yaitu dengan menyiapkan bahan seperti 2 buah mengkudu (Morinda citrifolia) masak langsung dari pohon Madu satu sendok makan. Cara Membuat Cuci sampai bersih buah mengkudu, lalu peras untuk diambil airnya. Tambahkan madu satu sendok makan, aduk hingga merata, saring. Minum ramuan alami hipertensi ini setiap dua hari sekali.

Tipe Obat Hipertensi Selain Obat Alami Hipertensi

Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan penyakit berbahaya karena jika hipertensi tidak diobati maka bisa menyebabkan kerusakan-kerusakan organ atau timbulnya penyakit lain. Biasanya pengobatan tekanan darah tinggi dengan  cara menggunakan obat-obatan medis , memilih asupan makanan, dan mengonsumsi obat-obatan tradisional.

Biasanya Tipe obat-obatan medis yang digunakan sebagai penurun tekanan darah tinggi seperti, angiotensin-converting enzyme (ace) inhibitors, Angiotensin II Receptor Blockers (ARB), diuretics, beta-blockers, Calcium Channel Blockers (CCB), alpha-blockers, alpha-agonists dan renin inhibitor. Tipe obat yang biasanya dan dianjurkan digunakan sebagian besar dalam terapi baris pertama penderita tekanan darah tinggi adalah diuretik. Namun, ada kemungkinan dokter akan memulai bukan dengan obat diuretik sebagai terapi baris pertama, apabila penderita memiliki penyakit lain, seperti penyakit diabetes yang seringkali diberikan obat ACE inhibitors.

Faktor-faktor yang bisa meningkatkan risiko terkena tekanan darah tinggi primer yakni:
  • Kadar garam yang tinggi dalam makanan;
  • Kurang olahraga;
  • Kelebihan berat badan;
  • Riwayat kesehatan keluarga dengan tekanan darah tinggi;
  • Merokok;
  • Terlalu banyak mengonsumsi minuman keras;
  • Stres;
  • Risiko tekanan darah tinggi meningkat seiring bertambahnya usia.

Hipertensi sekunder adalah tekanan darah yang tinggi karena adanya kondisi dasar tertentu. Secara keseluruhan sekitar 10% dari kasus hipertensi merupakan jenis sekunder. Tekanan darah tinggi sekunder biasa disebabkan:
  • Diabetes;
  • Penyakit ginjal;
  • Pil kontrasepsi;
  • Kondisi yang memengaruhi jaringan tubuh;
  • Obat tertentu, biasanya obat pereda rasa sakit yang lebih dikenal sebagai obat antiinflamasi nonsteroid (NSAIDs);
  • Penyempitan pembuluh darah (arteri) yang mengalirkan darah ke ginjal;
  • Kondisi hormon, misalnya sindrom Cushing (kondisi saat tubuh menghasilkan hormon steroid).


Oleh: Bidan Esi Esasi
Editor: Adrie Noor
Sumber: herbal.tanijogonegoro.com, alodokter.com


Terima kasih untuk Like/comment FB :