Obat Hipertensi Tradisional (Herbal)

Sebelum mengetahui obat hipertensi tradisional, mari terlebih dahulu mengenal penyebab dan komplikasi dari hipertensi. Hipertensi dibagi menjadi dua yaitu primer dan sekunder. Hipertensi sekunder adalah tekanan darah yang tinggi karena adanya kondisi dasar tertentu. Berikut merupakan faktor-faktor yang bisa meningkatkan risiko terkena tekanan darah tinggi primer:
  • Kadar garam yang tinggi dalam makanan;
  • Kurang olahraga;
  • Kelebihan berat badan;
  • Riwayat kesehatan keluarga dengan tekanan darah tinggi;
  • Merokok;
  • Terlalu banyak mengonsumsi minuman keras;
  • Stres;
  • Risiko tekanan darah tinggi meningkat seiring bertambahnya usia.



obat hipertensi tradisional
 Tensimeter digital untuk mengukur tekanan darah (tensi)



Hipertensi sekunder adalah tekanan darah yang tinggi karena adanya kondisi dasar tertentu, di antaranya akibat dari:
  • Diabetes;
  • Penyakit ginjal;
  • Pil kontrasepsi;
  • Kondisi yang memengaruhi jaringan tubuh;
  • Obat-obatan tertentu, seperti obat pereda rasa sakit yang lebih dikenal sebagai obat anti inflamasi nonsteroid (NSAIDs);
  • Penyempitan pembuluh darah (arteri) yang mengalirkan darah ke ginjal;
  • Kondisi hormon, misalnya sindrom Cushing (kondisi saat tubuh menghasilkan hormon steroid).

Hipertensi merupakan penyakit yang akan membebani jantung dan pembuluh darah. Jika hipertensi tidak segera diobati maka dikhawatirkan akan menimbulkan penyakit berat, seperti:

1. Penyakit kardiovaskuler
Berbagai penyakit pada jantung dan pembuluh darah (secara medis dikenal sebagai penyakit kardiovaskular) bisa muncul karena tekanan darah tinggi. Termasuk di antaranya:
  • Serangan jantung yang terjadi ketika pasokan darah ke jantung tiba-tiba terhalang Stroke, muncul ketika pasokan darah ke bagian otak terhenti;
  • Aneurisme muncul ketika dinding pembuluh darah pecah menyebabkan pendarahan dalam;
  • Embolisme terjadi saat penggumpalan darah atau gelembung udara menghalangi aliran darah di dalam pembuluh.

2. Penyakit ginjal
Pembuluh darah kecil pada kedua ginjal bisa rusak akibat tekanan darah tinggi sehingga menghalangi ginjal untuk berfungsi dengan baik. Kondisi tersebut mengakibatkan beberapa gejala berikut ini:
  • Sesak napas;
  • Kulit terasa gatal-gatal;
  • Pergelangan kaki, kaki, atau tangan membengkak (karena menumpuknya air dalam tubuh);
  • Kelelahan;
  • Darah dalam urine;
  • Kencing lebih sering, terutama saat malam hari.

Macam-macam Obat Hipertensi Tradisional

Hipertensi bisa diobati dengan obat hipertensi tradisional yang berasal dari tumbuh-tumbuhan yang ada di sekeliling kita. Berikut ini merupakan obat hipertensi tradisional, di antaranya:
  • Obat hipertensi tradisional yang pertama adalah buah mengkudu. Siapkan buah mengkudu (Morinda citrifolia) yang masak sebanyak 2 buah, gula batu 8 gr. Cara membuatnya ambil buah mengkudu, lalu cuci sampai bersih, lalu tumbuk kemudian peras dan saring untuk diambil airnya, tambahkan gula batu secukupnya. Minum obat hipertensi tradisional ini sehari satu kali.
  • Obat hipertensi tradisional yang kedua adalah daun alpukat. Siapkan daun Alpukat(Persea americana) 4 lembar, gula batu 8 gr, air bersih 1 gelas. Cara membuatnya ambil daun alpukat, lalu cuci sampai bersih. Rebus dengan satu gelas air bersih, lalu tambahkan gula batu, biarkan sampai mendidih, angkat dan dinginkan. Minum obat hipertensi tradisional sehari satu kali.
  • Obat hipertensi tradisional yang ke tiga adalah daun pepaya (Carica papaya). Siapkan daun ini  5 lembar. Cara membuatnya ambil daun pepaya, lalu cuci sampai bersih, setelah dicuci kemudian ditumbuk dan diremas-remas, peras untuk diambil airnya. Minumlah obat tradisional hipertensi ini sehari satu sampai dua kali sebanyak seperempat sampai setengah gelas.
  • Obat hipertensi tradisional yang keempat adalah buah belimbing wuluh. Siapkan sebanyak 5 buah. Cara membuatnya, cuci buah belimbing wuluh sampai bersih. lalu parut, peras dan ambil airnya. Minum obat tradisional hipertensi ini 1-2 kali hari.
 

Oleh: Bidan Esi Esasi
Editor: Adrie Noor
Sumber: herbal.tanijogonegoro.com, alodokter.com


Terima kasih untuk Like/comment FB :