Obat Penurun Hipertensi (Jenis-jenis)

Hipertensi merupakan penyakit yang paling dikenal oleh sebagian besar masyarkat Indonesia. Namun, sering kali penyakit ini di abaikan begitu saja tanpa mengetahui dampak yang disebabkan oleh penyakit ini. Hipertensi menyebabkan kerusakan organ-organ vital seperti ginjal dan jantung. Oleh karena itu, hipertensi harus diobati dengan obat penurun hipertensi.



obat penurun hipertensi
Tensimeter Digital untuk Mengukur Tekanan Darah atau Tensi

Obat Penurun Hipertensi


1. Angiotensin–converting enzyme (ACE) Inhibitor
Angiotensin – converting enzyme (ACE) Inhibitor bekerja dengan membuat dinding pembuluh darah lebih rileks, obat-obatan ACE inhibitor –penghambat enzim pengubah angiotensin– akan mengurangi tekanan darah. Obat penurun hipertensi memiliki efek samping seperti batuk kering berkelanjutan. Apabila efek samping obat ini terasa mengganggu. Penderita disarankan memakai obat yang berfungsi sama seperti ACE Inhibitor seperti Antagonis Reseptor Angiotensin-2.

2. Calcium channel blockers
Calcium Channel Blockers (Penghambat Kanal Kalsium) merupakan obat penurun hipertensi yang bekerja dengan mengendurkan pembuluh darah besar (arteri) dan menurunkan tekanan darah. Penderita sebaiknya menghindari jeruk bali ketika sedang mengonsumsi obat hipertensi ini karena efek sampingnya akan meningkat.

3. Beta blockers
Obat penurun hipertensi beta blocker membuat jantung akan berdetak lebih lambat dengan tenaga lebih sedikit sehingga akan mengurangi tingkat tekanan darah. Namun, saat ini beta blocker dirasakan kurang efektif dibandingkan obat untuk menurunkan hipertensi lainnya.

4. Alpha blockers
Alpha blockers merupakan obat utama yang dijadikan sebagai obat penurun hipertensi. Obat alpha blocker digunakan jika obat penurun hipertensi lainnya tidak berhasil menekan tekanan darah. Obat alpha blockers bisa digunakan untuk melemaskan pembuluh darah sehingga darah akan mengalir lebih mudah melewati pembuluh darah. Efek samping yang terjadi dari alpha blocker ini seperti mengalami pingsan saat memulai perawatan pertama kali, sakit kepala, pusing-pusing, kelelahan, dan pergelangan kaki membengkak.

5. Diuretik
Diuretik atau juga dikenal sebagai “pil air” berfungsi untuk membuang sisa air dan garam dari dalam tubuh melalui urine sehingga menurunkan tekanan darah.

Efek Samping Obat Penurun Hipertensi

Semua jenis-jenis obat penurun hipertensi di atas memiliki efek samping. Berikut ini beberapa efek samping yang umum dirasakan penderita hipertensi, di antaranya:
  1. Merasa mengantuk;
  2. Pusing, lemah atau pening;
  3. Rasa sakit di sekitar area ginjal (punggung bawah bagian samping);
  4. Batuk kering;
  5. Kulit gatal-gatal.
 

Obat Penurun Hipertensi Tradisional

Selain mengonsumsi obat penurun hipertensi, sebaiknya penderita menerapkan pola hidup sehat. Apabila kedua hal tersebut dilakukan maka program menurunkan hipertensi bisa efektif dan tekanan darah bisa diturunkan sesuai dengan keinginan. Berikut ini merupakan perubahan gaya hidup yang perlu dilakukan:
  • Mengonsumsi makanan sehat yang rendah lemak (buah-buahan dan sayur-sayuran);
  • Batasi konsumsi garam hingga kurang dari satu sendok teh per hari;
  • Lakukan aktivitas fisik atau berolahraga secara teratur;
  • Menurunkan berat badan atau memiliki badan ideal;
  • Berhenti merokok;
  • Mengurangi konsumsi minuman keras atau alkohol;
  • Kurangi mengonsumsi kopi, teh, atau minuman kaya kafein lainnya;
  • Melakukan terapi relaksasi seperti yoga, meditasi, dan manajemen stres.
 

Oleh: Bidan Sulistia
Editor: Adrie Noor
Sumber: alodokter.com


Terima kasih untuk Like/comment FB :