Penanganan Hipertensi Non Medis

Penanganan hipertensi dapat dilakukan baik secara medis maupun nonmedis. Penanganan hipertensi secara medis dilakukan dengan melakukan pengobatan terlebih dahulu, lalu dokter akan memberikan obat antihipertensi . Obat yang diberikan tersebut merupakan obat antihipertensi yang berbahan dasar kimia, sedangkan  penanganan hipertensi non medis dilakukan dengan mengonsumsi obat-obatan herbal yang terbuat dari bahan-bahan berasal dari alam.

Hipertensi merupakan suatu keadaan seseorang mengalami kenaikan tekanan darah. Dikatakan hipertensi apabila tekanan darahnya sistoliknya lebih dari 140 mmHg dan diastoliknya lebih dari 90 mmHg. Penyakit hipertensi yang terjadi dapat menimbulkan berbagai komplikasi di antaranya seperti gangguan penglihatan, gangguan fungsi ginjal, dan gangguan pada jantung. Untuk menghindari komplikasi tersebut diperlukan suatu penanganan yang tepat.

penanganan hipertensi non medis
Tensimeter digital untuk mengukur tekanan darah(tensi)

Penanganan Hipertensi Non Medis

Penanganan hipertensi  non medis dapat dilakukan dengan mengonsumsi obat-obatan herbal yang terbuat dari alam. Obat herbal yang akan dikonsumsi telah diuji klinik dan telah direkomendasikan sebagai obat komplementer dari obat medis, bahkan banyak produsen obat herbal hipertensi memproduksinya dalam bentuk ekstrak. Namun, tidak ada salahnya apabila kita membuat sendiri obat herbal tersebut karena langkahnya cukup mudah.

Penanganan hipertensi dengan membuat obat herbal ini dapat kita lakukan sendiri. Kita dapat memilih salah satu tanaman berikut untuk digunakan sebagai obat antihipertensi.

1.     Daun Salam. Daun salam berkhasiat untuk menurunkan kolesterol dan tekanan darah tinggi serta menurunkan kadar gula darah tinggi. Cara membuat ramuan daun salam sebagai penanganan hipertensi yaitu dengan mengambil daun salam segar sebanyak 10 lembar lalu dicuci dan di rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, air disaring lalu diminum sekaligus pada malam hari. Lakukan hal tersebut setiap hari.

2.     Rumput laut. Rumput laut memberikan manfaat dalam menormalkan tekanan darah, menurunkan kolesterol tinggi, dan mencegah aterosklerosis. Rumput laut yang paling banyak digunakan adalah wakame. Ada pula rumput laut kombu dan nori yang mudah didapatkan di supermarket. Penggunaan rumput laut untuk penanganan hipertensi dapat dilakukan dengan cara mengolahnya menjadi sebuah makanan sesuai dengan selera masing-masing.

3.     Mentimun. Mentimun memberikan manfaat mengurangi tekanan darah tinggi dan mengurangi batu ginjal. Kadar mineral potassium dalam mentimun ini dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi. Penggunaan mentimun untuk penanganan hipertensi yaitu dengan cara memakan langsung mentimun tersebut atau diolah terlebih dahulu menjadi jus.

4.     Blewah. Penanganan hipertensi dengan blewah dapat memberikan manfaat yang sama dengan mentimun.

5.     Mengkudu. Mengkudu yang sudah matang dapat memberikan manfaat untuk menurunkan kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi dan menurunkan kadar gula darah. Biasanya mengkudu disajikan dengan mengambil airnya dengan cara diblender, lalu air tersebut dicampur dengan madu dan diminum setiap pagi sebelum sarapan.

6.     Temu hitam. Penanganan hipertensi dengan temu hitam dapat memberikan manfaat untuk melancarkan sirkulasi dan mencairkan gumpalan darah, serta menetralkan racun dalam tubuh. Biasanya temu hitam ini diolah bersama dengan bahan lain seperti daun dewa, kuntum bunga soka, dan kuntum mawar untuk dijadikan sebagai ramuan penurun darah tinggi.


Oleh: Bidan Esi Esasi
Editor: Adrie Noor
Sumber: obatnaturals.blogspot.co.id


Terima kasih untuk Like/comment FB :