Penatalaksanaan Hipertensi menurut JNC

Hipertensi merupakan penyakit yang ditandai dengan meningkatnya tekanan darah pada seseorang. Terjadinya peningkatan tekanan darah disebabkan oleh beberapa faktor di antaranya ialah kebiasaan atau pola hidup tidak sehat seperti minum-minuman beralkohol, makan makanan yang mempunyai kadar kolesterol tinggi, dan lain sebagainya. Untuk menghindari komplikasi yang diakibatkan oleh penyakit hipertensi, diperlukan penatalaksanaan hipertensi medis atau nonmedis yang tepat.

Penatalaksanaan hipertensi secara medis melibatkan beberapa jenis obat yang harus dikonsumsi oleh penderita penyakit hipertensi. Obat-obatan yang biasanya dikonsumsi oleh penderita hipertensi di antaranya ialah obat anti hipertensi, diuretic thiazid, calcium channel blocker, angiotensin receptor blocker, dan lain sebagainya. Sedangkan penatalaksanaan secara nonmedis meliputi pengaturan pola makan dengan mengonsumsi makanan yang mengandung rendah garam dan rendah kolesterol. Selain pengaturan pola makan, penatalaksanaan hipertensi secara nonmedis juga dilakukan dengan cara berolahraga dan lain sebagainya.



penatalaksanaan hipertensi
Tensimeter Digital untuk Mengukur Tekanan Darah

Penatalaksanaan Hipertensi menurut JNC (Joint National Committee)


Joint National Committee yang merupakan perkumpulan tenaga medis yang khusus melakukan penelitian mengenai penyakit hipertensi telah mengeluarkan panduan terbaru mengenai penatalaksanaan hipertensi yang disebut dengan JNC 8. Penyakit hipertensi merupakan penyakit yang dapat menimbulkan berbagai komplikasi seperti infark miokard, stroke, gagal ginjal, bahkan kematian apabila tidak mendapatkan penatalaksanaan hipertensi yang adekuat. Untuk itu, organisasi ini terus mengeksplorasi penatalaksanaan hipertensi yang efektif sehingga dapat memberikan pengaruh yang maksimal terhadap penyembuhan penyakit hipertensi.

Pada penatalaksanaan hipertensi terbaru ini, terdapat sembilan rekomendasi untuk menurunkan tekanan darah pada pasien penyakit hipertensi. Rekomendasi pertama yang dianjurkan oleh JNC untuk penatalaksanaan hipertensi ialah target penurunan tekanan darah pada pasien dengan usia 60 tahun atau lebih. Penurunan tekanan darah yang ditargetkan pada usia ini mencapai 150/90 mmHg. Mengingat pada usia tersebut tekanan darah lebih tinggi dibandingkan usia dewasa maka penurunan tekanan darah dilakukan secara bertahap minimal mencapai 150/90 mmHg. Pengobatan yang diberikan sesuai dengan kondisi pasien saat itu. Namun, apabila terjadi penurunan tekanan darah yang sangat drastis, maka untuk sementara pengobatan dihentikan.

Rekomendasi kedua dari JNC ialah pada populasi umum yang lebih muda dari 60 tahun. Terapi farmakologi dimulai untuk menurunkan tekanan darah diastolik <90 mmHg. Rekomendasi ketiga mengenai ialah populasi umum yang lebih muda dari 60 tahun, terapi farmakologi dimulai untuk menurunkan tekanan darah sistolik <140 mmHg. Rekomendasi keempat dari JNC mengenai ialah untuk populasi penderita tekanan darah tinggi dengan chronic kidney disease (CKD) perlu diinisiasi terapi hipertensi untuk mendapatkan target tekanan darah sistolik kurang dari 140 mmHg serta diastolik kurang dari 90 mmHg. Rekomendasi kelima dari JNC mengenai penatalaksanaan hipertensi ialah untuk penderita usia 18 tahun atau lebih yang menderita diabetes. Inisiasi terapi dimulai untuk menurunkan tekanan darah sistolik kurang dari 140 mmHg dan diastolic kurang dari 90 mmHg. Rekomendasi keenam dari JNC mengenai penatalaksanaan hipertensi ialah untuk populasi umum non-kulit hitam (negro), termasuk pasien dengan diabetes, terapi antihipertensi inisial sebaiknya menyertakan diuretic thiazid, Calcium channel blocker (CCB), Angiotensin-converting Enzyme Inhibitor (ACEI) atau Angiotensin Receptor Blocker (ARB).

Rekomendasi ketujuh dari JNC ialah untuk populasi kulit hitam, termasuk penderita yang terindikasi diabetes. Terapi inisial hipertensi sebaiknya menggunakan diuretic tipe thiazide atau CCB. Rekomendasi kedelapan dari JNC ialah pada populasi berusia 18 tahun atau lebih dengan CKD dan hipertensi, ACEI atau ARB sebaiknya digunakan dalam terapi inisial atau terapi tambahan untuk meningkatkan outcome pada ginjal. Rekomendasi kesembilan dari JNC mengenai ialah melakukan penyesuaian apabila terapi inisial yang diberikan belum memberikan target tekanan darah yang diharapkan.


Oleh: Bidan Sulistia
Editor: Adrie Noor
Sumber: medicinesia.com


Terima kasih untuk Like/comment FB :