Epidemiologi Hipertensi (Gambaran Umum)

Epidemiologi hipertensi merupakan gambaran umum tentang penyakit hipertensi berdasarkan penyebaran penyakit. Epidemiologi hipertensi telah dipelajari oleh ahli kesehatan dunia. Namun, epidemiologi tentang hipertensi belum begitu jelas sehingga harus diteliti lebih jauh. Epidemiologi dipengaruhi juga oleh kondisi alam dan masyarakat sehingga keadaan yang sangat kompleks ini menyebabkan berbagai masalah khususnya masalah kesehatan, terutama di negara-negara maju yang semakin meningkat jumlah penderita penyakit hipertensi.

Epidemiologi hipertensi secara umum menunjukkan penyakit hipertensi terjadi di seluruh dunia. Kurang lebih 9,4 juta jiwa meninggal akibat penyakit hipertensi setiap tahunnya. Hal ini menjadi angka kematian terbesar di samping penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, dan diabetes. Persentase penderita hipertensi pun meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2001 tercatat kasus hipertensi sebanyak 18,4%, tahun 2004 tercatat kasus hipertensi sebanyak 22,0%, dan tahun 2008 tercatat kasus hipertensi sebanyak 20,8%, yang sebagian besar penderita penyakit ini dari kalangan laki-laki.


epidemiologi hipertensi
Tensimeter Digital untuk Mengukur Tekanan Darah (tensi)

Gambaran Umum Epidemiologi Hipertensi 

Kasus epidemiologi hipertensi diperkirakan diderita 15 juta masyarakat Indonesia, tetapi hanya 4 % yang termasuk dalam hipertensi terkontrol. Sebagai gambaran umum epidemiologi hipertensi dapat dirangkum sebagai berikut:
  • Gambaran umum epidemiologi hipertensi yang pertama menyatakan bahwa tingkat prevalensi kejadian hipertensi sebesar 6-15% terjadi pada orang dewasa. Hipertensi terjadi sebagai suatu proses degeneratif, hipertensi tentu hanya ditemukan pada golongan dewasa. Ditemukan kecenderungan peningkatan prevalensi menurut peningkatan usia;
  • Gambaran umum epidemiologi hipertensi yang kedua menyatakan sebesar 50% penderita tidak menyadari sebagai penderita hipertensi. Kurang kesadaran terhadap adanya gejala penyakit ini membuat penderita membiarkan kondisi penyakit semakin fatal. Oleh karena itu, penderita cenderung memiliki risiko hipertensi berat karena penderita tidak berupaya mengubah dan menghindari faktor risikonya;
  • Gambaran umum epidemiologi hipertensi yang ketiga menyatakan bahwa sebanyak 70% adalah hipertensi ringan. Hipertensi ringan sering dianggap sebagai hal yang ringan sehingga banyak diacuhkan atau terabaikan sampai suatu ketika menjadi ganas (hipertensi maligna);
  • Gambaran umum epidemiologi hipertensi yang keempat menyatakan bahwa sebesar 90% merupakan penderita hipertensi esensial. Hipertensi ini merupakan hipertensi yang tidak diketahui penyebabnya sehingga sulit untuk mencari bentuk intervensi dan pengobatan yang sesuai.

Faktor Risiko Hipertensi Berdasarkan Epidemiologi Hipertensi

Faktor risiko hipertensi berdasarkan epidemiologi hipertensi terjadi karena faktor risiko berikut:
  • Pada orang usia di atas 45 tahun akan terkena penyakit hipertensi dengan persentase yang lebih tinggi dibandingkan dengan golongan usia di bawahnya;
  • Pada pria maupun wanita, persentase terkena penyakit hipertensi ini sama. Namun, pada laki-laki dengan usia kurang dari 45 tahun mengidap lebih banyak penyakit hipertensi dibandingkan dengan pada wanita. Namun, untuk usia 55 tahun ke atas persentasenya relatif sama;
  • Adanya riwayat hipertensi pada keluarga juga akan memperbesar terjadinya penyakit hipertensi;
  • Makanan yang banyak mengandung garam akan meningkatkan terjadinya penyakit hipertensi;
  • Merokok dan meminum-minuman beralkohol akan meningkatkan terjadinya penyakit hipertensi;
  • Kurang aktivitas dan kurang berolah raga dapat meningkatkan terjadinya penyakit hipertensi;
  • Kegemukan atau obesitas menjadi salah satu faktor risiko terjadinya hipertensi;
  • Tingkat stres yang tinggi juga menjadi faktor risiko terjadinya hipertensi.

   
Oleh: Bidan Esi
Editor: Adrie Noor
Sumber: eptmfkmunsri.blogspot.co.id


Terima kasih untuk Like/comment FB :