Hipertensi pada Anak (Faktor Penyebab)

Hipertensi pada anak merupakan suatu keadaan tekanan darah meningkat pada usia kanak-kanak. Selain anak-anak, bayi juga dapat mengalami hipertensi, bahkan pada bayi bisa  berakibat kematian. Oleh karena itu, penting sekali untuk melakukan deteksi sedini mungkin dengan melakukan pengukuran tekanan darah secara rutin untuk setiap anak dengan usia tiga tahun ke atas, minimal sekali dalam setahun. Hipertensi pada anak umumnya digolongkan dalam dua kategori yaitu hipertensi primer dan hipertensi sekunder. Hipertensi primer merupakan hipertensi yang tidak diketahui penyebabnya sedangkan hipertensi sekunder merupakan hipertensi yang dapat diidentifikasi faktor penyebabnya. Pada umumnya hipertensi primer disebabkan karena faktor keturunan, asupan garam, stres, dan kegemukan.


hipertensi pada anak
Tensimeter digital untuk mengukur tekanan darah (tensi)


Hipertensi pada anak paling banyak terjadi di golongan usia yang relatif masih muda. Kebanyakan terjadi karena penyakit lain yang dapat meningkatkan tekanan darah. Gejala umum dari penyakit ini ialah sakit kepala, pusing, penglihatan kabur, nyeri perut, muntah, nafsu makan berkurang, gelisah, berat badan turun, dan keringat berlebihan. Pengobatan hipertensi pada anak bergantung pada derajat berat ringannya hipertensi dan penyakit yang mendasarinya.

Hipertensi pada anak termasuk dalam hipertensi sekunder. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa 1-3 dari 100 orang anak yang diperiksa teridentifikasi sebagai hipertensi dan 0,1% di antaranya termasuk dalam kategori hipertensi berat. Kemungkinan besar 2/3 dari anak ini dapat mengalami kerusakan ginjal bila tidak ditangani dengan tepat. Beberapa faktor bisa menyebabkan tekanan darah pada anak meningkat sehingga dapat menyebabkan hipertensi. Anak dengan postur tubuh tinggi besar akan memiliki nilai tensi yang lebih besar dibandingkan dengan anak penderita postur tubuh kurus pendek. Hipertensi pada anak merupakan keadaan tekanan darah persentil besar sama dengan 95 menurut umur dan jenis kelamin, tekanan darah yang dihasilkan minimal tiga kali pengukuran.

Klasifikasi dan Penyebab Hipertensi pada Anak 


Berdasarkan derajatnya, klasifikasi hipertensi dibedakan atas hipertensi ringan, sedang, dan berat. Dikatakan tergolong hipertensi ringan apabila tekanan darah, baik sistolik maupun diastolik berada 10 mmHg di atas persentil ke-95 (khusus remaja 150/100-159/109 mmHg). Dikatakan tergolong hipertensi sedang apabila tekanan darah, baik sistolik maupun diastolik lebih besar dari 20 mmHg di atas persentil ke-95 (khusus untuk remaja bisa lebih besar dari 160/110 mmHg).

Penyakit hipertensi pada anak disebabkan karena penyakit lain seperti penyakit ginjal. Delapan puluh persen hipertensi pada anak bermula dari gangguan ginjal. Selain itu, penyakit ini dapat juga disebabkan karena penyakit seperti lupus eritematosus sistemik, sindroma hemotolik uremik dan gagal ginjal akut. Hal ini berkaitan dengan organ ginjal, sedangkan penyakit pembuluh darah ginjal merupakan menjadi penyebab hipertensi pada anak sebesar 12%.

Selain itu, penyebab penyakit ini disebabkan juga karena penyakit jantung, pembuluh darah, dan kelainan hormonal. Gangguan hormonal seperti penyakit pada endokrin serta gangguan saraf yang disebabkan oleh tumor, infeksi atau trauma terhadap otak. Faktor lain penyebab hipertensi pada anak ialah pemakaian obat kortikosteroid, dan obat tetes hidung.


Oleh: Bidan Esi
Editor: Adrie Noor
Sumber: klinikanaksatmoko.blogspot.co.id


Terima kasih untuk Like/comment FB :